APLIKASI GUNUNG HUTAN


LAPORAN PERJALANAN APLIKASI I

Oleh. Ahmad Ivan (LAMTUR)


 Rabu, 07 Februari 2018
Pada pukul 19.00, saya sebagai peserta dan 4 peserta
Lainnya (dina,fadil,rofikoh,siska) melakukan persiapan perlengkapan untuk melakukan DIKJUD APLIKASI GUNUNG HUTAN. Sebelum berangkat kami wajib di karantina atau hari sebelum keberangkatan.
Kamis, 8 Februari 2018
            Pada hari kamis pagi kami melakukan persiapan ulang, soal barang yang akan dibutuhkan di Gunung Raung dan disusul dengan upacara pemberangkatan serta sarapan bersama panitia (Imam Baihacki) dan peserta di kesekretariatan Organisasi Pecinta Alam HIMACITA IKIP PGRI jember. Pada hari kamis pukul 07.00 kami upacara pemberangkatan peserta dan panitia di ruang AULA kampus IKIP PGRI jember hinggga selesai. Pukul 08.00 kita berangkat menuju Gunung Raung untuk melaksanakan kegiatan kami yaitu DIKJUD disepanjang perjalanan kami kepanasan karna kendaraan yang kita naiki adalah (Pick Up) kami pun selalu ceria dengan canda tawa dan di perjalan tiba-tiba mbak rizkia meminta berhenti karna mbak rizkia mual ingin muntah itupun si supir pick up mas ridwan berhenti dan mbak rizkia pun bergegas turun muntah-muntah di pinggir jalan yang dikekelingi persawahan,setelah itu kami pun melanjutkan perjalanan untuk menuju raung kami masih terus berjalan hingga berhenti di pom bensin untuk mengisi bahan bakar dan kebetualan sekali di tempat pom bensin itu ada Alfamart yang berdempetan dengan pom bensin setelah mengisi bensin mas ridwan melanjutkan perjalanan tiba-tiba mbak suci dan mbak rizkia ketinggalan agak jauh di karenakan mas ridwan memarkir mobilnya terlalu jauh kami masih menunggu mereka agak cukup lama stelah mereka keluar dari Alfamart mereka masih jalan kaki sekitaran 50m dari kita, setelah itu kami melanjutkan perjalanan kembali di perjalanan fadil dan rofikoh berdiri dia mereka bilang asik berdiri dari pada duduk mas tukul tidur hingga ke pos buk endang sampai di buk endang ada sebagian orang untuk mengurusi perijinan pendakian selesai itu kami berangkat menuju pak ir di perjalanan kami bertemu anak-anak SD yang pulang sekolah dan ada yang menyakan sambil mengurak kita si anak itu bilang mau ke raung lek kami iya kami mengajak anak itu dengan becanda kami bilang ayok kalok mau ikut si anak itu bilang enjek lek dan ada lagi anak SD yang mengejar kita sambil tertawa dan kami tersenyum pada anak itu hingga kami sampai di pos pendakian Pak Ir untuk mengisi air ada yang cuci muka ada yang buang air kecil mas ridwan berbincang-bincang dengan pangepul singkong bertukar pendapat masalah harga singkong kami semua selesai mengisi air bergegas kembali menuju pondok motor tiba-tiba jalan tidak mendukung jalannya rusak hingga kami melanjutkan perjalanan dengan pendakian turun dari pick up kita berdoa setelah itu mas ridwan berbalik arah menuju pulang ke kota dan kami melanjutkan pendakian untuk kegiaatan dari pendamping kami ada dua orang berangkat untuk memasang tanda atau MARKA mbak rizkia juga berjalan sangat cepat saya pun mengejar mereka bersama dina tapi kita tidak kuat karna mereka sangat cepat saya sama dina berhenti-henti sejenak untuk memulihkan nafas, teman-teman yang lain masih dibelakang saya sama dina masih terus berjalan hingga berhenti kembali dan bertemu seoarang petani kopi yang sedang membawa kayu saya mengajak ngobrol bapak itu dan dina menanyakan bunga merah yang indah ke pada bapak itu tetapi bapak itu tidak tau juga apa nama bunga itu karna saya sama dina terlalu lama beristirahat kita di susul oleh mbak rizkia karna kita pas di panggil tidak menjawab setelah itu saya berjalan bersama mbak berdua dan dina masih menunggu yang lain dibelakang dan ada truck lewat kita ke bahu jalan untuk menjauhinya berjalan lagi karna jalan menanjak saya bersama mbak rizkia berhenti di pohon roboh yang besar dan teman-teman yang di belakang mulai kelihatan mbak rizkia mengajak saya melanjutkan perjalanan kembali saya tertinggal sendirian namun saya masih tetap berjalan berhenti sendirian menunggu teman-teman yang lain dibelakang mereka pun datang dengan jarak 20m dengan saya siska pingsan sambil menunggu siska sadar saya melepas kaki palsu yang sering saya sebut mobil-mobilan saya menendang-nendangkan ke fadil hingga dia tertawa terbahak-bahak mas rohim menyusul mbak rizkia untuk mengambil oxygen setelah siska sadar kita melanjutkan perjalan kembali menuju pondok motor kami hampir salah jalan namun ada bapak-bapak memanggil bahwa jalan yang kita lewati salah kami turun sekitar 5m dan menuju ke bapak-bapak yang memanggil kita itu jalannya sangat ekstrim hingga saya terjatuh sampai dipondok bapak-bapak itu saya pun beristirahat bersama dina dan tiga pendamping lainnya sisanya masih di belakang kaki palsu saya kembali lagi karna luka bapak-bapak itu ternyata bersama istrinya dia adalah seorang petani kopi dan sayur labu teman-teman kami beristirahat sejanak di pondok bapak-bapak itu kami di beri labu mentah untuk di makan kami bergegas melanjutkan perjalan karena sudah gerimis kami berjalan menuju camp kopian yang di sepanjang jalan diguyur hujan kita dari pondok bapak-bapak itu memakai ponco agar badan kita dan carrier kita  tidak terlalu basah di perjalanan menuju camp kopian saya meminum air hujan yang mengalir ke ponco saya sambil berjalan menuju camp kopi beberapa bagian ada yang sampai terlebih dahulu untuk berteduh mas imam kembali menyusul saya membawakan carrier ke camp kopi berjalan perlahan-lahan menutupi kaki palsu saya takut basah setelah sampai di camp saya duduk dan kembali meminum air hujan yang mengalir ke ponco saya para perempuan berteduh di pondok milik petani dan mereka menyalakan api unggun untuk menghangatkan tubuhnya setelah itu para laki-laki mencari tempat untuk membangun tenda selanjutnya para perempuan membuat kopi dan memasak untuk makan bersama yang lain membangun tenda saya mengampil air hujan yang terbendung di flesit tenda terpasang semua satu persatu dari mereka bergantian memasuki tenda untuk ganti baju selesai ganti baju semua kita siap-siap untuk makan bersama sebelum makan bersama kami makan mamiri yang di beri oleh pendamping untuk di bagi nah selesai itu baru kita bersama tetapi saya tidak mengikuti makan bersama karna kaki saya sakit itupun kaki palsu saya saya lepas jadi mereka bersama di luar saya makan sendirian di dalam tenda memakai piring dan sendok piring itu di alasi oleh daun talah supaya tidak kotor dan mencucipun kita tidak memakai air kita memakai tisu kering dan basah selesai makan bersama kita bersih-bersi dulu setelah itu kita berkumpul kembali untuk melaporkan hasil laporan perjalan kita selama di perjalanan dari kami yaitu EVALUASI ada yang mendapat saran dan teguran karna   beberapa laporan kurang ada yang baik hingga dari kami di sarankan untuk  memperbaiki laporan perjalanannya selesai EVALUASI saya,fadil,mas yonki,mas tukul memasak nasi buat untuk sarapan besok dan peserta tiga lainnya tidur saya berempat memasak nasi yang sangat lama matengnya dan pendamping lainnya juga tidur saya menghidupkan data HP saya untuk video call orang-orang yang ada di secret dan sambil berfoto-foto buat dukumentasi pendamping yang tertidur dalam tenda bangun ikut video call pakek HP saya stelah itu kembali berfoto-foto kembali sambil menunggu nasi matang sesudah nasi matang saya merapikan masakan tadi dan bahan-bahan lainnya untuk keperluan selanjutnya selesai itu semua saya bergegas tidur bersama fadil di dalam tenda pun kita masih bercerita-cerita dan bercanda bersama tak lama kemudian kita tertidur satu persatu.
Jumat 9 februari
            Di pagi hari pada hari jumat pagi jam 04.49 kami di bangun kan oleh pendamping untuk memasak buat sarapan kita semua untuk melanjutkan pendakian, meski kami di bangunkan oleh pendamping kami sulit untuk terbangun dari tempat tidur di kemudian itu dari kami ada yang bangun dan bergegas untuk memasak lauk yang perempuan memasak lauk saya sama cenges masih belom bangun dan masih terlelap tidur karna saya kecapean dan kedinginan tak lama kemudian saya sama cenges di bangunkan untuk sarapan bersama di pagi itu, di pagi itu dari kami semua tidak ada yang nafsu makan di karnakan nasi yang kami makan terlalu dingin karna kita masak nasi itu di malam hari saya hanya memakan beberapa suap nasi karna nasinya enak sekali setelah itu saya pergi untuk mencuci tangan dan mereka semua masih makan habis itu juga banyak yang berhenti makan saya tidak tau nasi itu di habiskan apa di buang saya tidak tau setelah selesai makan kami membersihkan tempat makan kami setelah itu dari pendamping membagi konsumsi ke para peserta dan air minum buat perjalan menuju pos selanjutnya, kemudian dari kami semua ada yang bolak balik untuk pup setelah itu kami semua bongkar tenda dan pendamping tidak membantu peserta untuk membongkar tenda, sehingga dari peserta yang membongkar semua tenda itu, mulai dari tenda peserta hingga tenda pendampingpun ikut kami bongkar, selesai itu packing dan membagi konsumsi air minum, untuk persediaan perjalanan, kemudian selesai packing dan membagikan konsumsi air minum, untuk persediaan perjalanan, kami semua bersih-bersih sampah di area camp, kemudian semua peserta dan pendamping berdo`a bersama untuk kelancaran keberangkatan kami semua, lalu kami semua bergegas untuk memulai perjalanan, kami semua berjalan untuk melanjutkan perjalanan, dan ditengah perjalanan saya berjalan sendirian terpisah dari peserta dan pendamping dan sayapun terus berjalan meski sendirian dan tiba-tiba teman saya yang bernama DINA memanggil saya dari belakang meminta untuk menunggunya dan dia meminta untuk berhenti sambil menunggu peserta yang lainnya setelah mereka datang kami melanjutkan perjalanan lagi dan pendamping kami tiba-tiba lupa jalan sehinga dari pendamping ada yang mencari jalan untuk melanjutkan perjalanan kami itupun dari pendamping masih belum menemukan jalan yang benar untuk melanjutkan perjalanan.kami masih kebingungan dan porter kami masih terus mencari jalan setelah itu porter kami kembali dan mengajak kami berjalan dan masih lagi sehingga terus berjalan tiba-tiba pendamping kami menemukan gubuk petani sehingga pendamping menanyakan kepada ibu petani itu di mana arah jalan yang sebenarnya benar kami dan kami terus berjalan di mana jalan itu yang di tunjuk kan oleh seorang ibu-ibu petani kami di suruh beristirahat di suruh menunggu porter yang mencari jalan kami bersantai-santai tertawa bareng saya pun merayu siska,dina,rofikoh, mereka selalu tertawa dan terhibur dengan canda tawa saya kemudian itu porter datang meminta kami kembali turun dan kami pun turun untuk mencari jalan kembali saya sering beristirahat karna badan saya kesakitan sehingga saya sering berhenti tapi saya terus berjalan untuk terus mencari jalan yang benar, di setiap perjalanan saya tidak pernah lelah untuk bertjalan tetapi kesakitan karna luka kaki saya yang saya derita karna di buat untuk berjalan tetapi saya masih semangat untuk berjalan karna luka kaki saya masih bisa di sembuhkan karna saya berjuang untuk kehidupan saya jangan pernah mengeluh untuk berjuang jika keinginan kamu itu tinggi jika kamu sering mengeluh buanglah keinginan kamu yang terlalu tinggi itu karna berjuang itu susah tidak mudah berjuang itu butuh tantangan dan perjuangan yang sangat tinggi yang harus kamu miliki adalah niat kamu di sana untuk apa dan sebagai apa, di setiap perjanan saya selalu merepotkan mas-mas dan mbak- mbak yang telah mendampingi saya untuk kegiatan aplikasi ini dan teman-teman sekalian juga, pandakian kami semua terus berjalan sehingga kami kembali kehutan basah kembali untuk mendirikan tenda sebelum kami mendirikan tenda kami masih mencari tempat untuk mendirikan tenda sebelum itu kami waktu beristirahat teman kami yang bernama dina itu di gigit pacet karna si dina itu tidak merasakan bahwa dia di gigit pacet setelah pacet itu sangat besar sekali baru kerasa bahwa ada sesuatu yang berjalan di dalam celananya setelah celanya di buka ada pacet yang besar sehingga dia meloncat-loncat dan dia ketakutan hingga hampir menangis setelah itu kami membangun tenda para perempuan semua beristirahat sambil mengobrol para laki-laki membangun tenda untuk kami beristirahat  yang lain membangun tenda saya duduk-duduk manis karna kaki saya sakit saya mencari kayu bakar untuk membuat api unggun di malam hari selesai membangun tenda kami mengeluarkan keperluan kami di dalam carier untuk keperluan malam hari mulai dari keperluan untuk tidur dan untuk masak setelah itu kami masak bersama untuk makan bersama kita makan di tenda masing-masing pendamping-pendamping peserta-peserta selesai makan kami bersih kan kembali alat-alat tempat makan kami untuk keperluan makan selanjutnya setelah itu kami melaporkan laporan perjalan kami satu-persatu dan laporan kami sudah ada kebaikan yang sangat meningkat selesai melaporkan perjalanan kami beristirahat dalam tenda sambil bercerita-cerita ada yang bercerita kalok angkatan kita ikut semua enak ya ada yang bilang begitu dan ada yang bilang kapan kita nyamek puncak ya kok rasanya jauh banget setelah bercerita-cerita kita semua bercanda dan tertawa bersama sehingga saya pengen buang angin dan saya bilang kepada teman-teman dan teman-teman menjawab kentut aja sudah yang keras kata teman-teman setelah saya lepas dan suara yang sangat kencang sekali dan bau yang sangat menyengat sehingga dari teman-teman semua kebingungan yang pengen keluar dari tenda karna bau kentut yang sangat menyengat sehingga pintu tenda di buka dan teman keluar sambil tertawa terbahak-bahak kemudian salah satu pendamping menghampiri kita karna rame dan sering tertawa dan dia bilang eh rek jangan rame ini di alam bebas hargai penghuni di sini ini kan wilayah orang jadi hargai lah ya dia bilang begitu kami pun terdiam dan mulai beristirahat sebelum tidur saya masih menulis kata-kata motivasi pendakian gunung setinggi apapun tidak harus orang sempurna, karna yang sempurna belum tentu menaklukan tingginya gunung dan perjuangannya di setiap perjalanan, kelelahan saya bukan karna kelelahan untuk berjuang menuju puncak, tapi saya mengeluh karna kesakitaan yang pada diri saya sendiri.
Sabtu 10 februari 2018
            Pagi itu pada hari sabtu jam 05.07 kami peserta yang di bangunkan oleh ketua umum HIMACITA mas imam baihacki dan kicauan burung yang indah saya pun bangun dan membangunkan teman-teman peserta lainnya mereka terbangun saya pun merayu-rayu dina untuk bangun pagi itu kami becanda ria bersama teman-teman sambil merapikan tempat tidur dan membersih kan tenda dari sampah yang ada di dalamnya kemudian saya keluar dan mereka pun ikut keluar setelah itu kami menyiapkan alat-alat untuk masak dan pendamping masih di dalam tenda stelah kami keluar meraka ikut keluar juga untuk membantu kami masak mereka semua masak saya ijin pada teman-teman bahwasannya saya kabelet pup kata pendamping kalok mau pup jkangan di jalan carik tempat di bawah pohon kayu dan gali tanahnya yang dalam katanya saya masih mondar-mandir mencari tempat yang sepi takut ada warga lewat dan saya masih terus mencari-cari tiba-tiba saya menemukan bekas dari teman-teman yang habis selesai pup nah di situlah saya pup saya menggali tanah agak dalam setelah saya mau membuka celana tiba-tiba ada salah satu senior saya yang mengintip saya dan pun tertawa sambil menyuruh pendamping saya untuk pergi karna saya sudah kabelet pup setelah pandamping itu pergi saya masih menggali tanah karna masih kurang dalam setelah itu saya saya membuka celana dan melepaskan wah enaknya sesudah itu saya cawik menggunakan tisu basah dan menutup kembali galian saya yang sudah terisi dan saya pun kembali ke tenda setelah di tenda mereka masih masak saya mencatat sambil mencatat dan memotong kayu dan menghidupkan api unggun kembali sisa api unggun yang semalam untuk menghangatkan badab di pagi itu setelah itu masakan semua sudah mateng dan kita membagi rata pada peserta dan pendamping untuk sarapan bersama untuk memulihkan kembali energy kita untuk melanjutkan perjalanan kita makan bersama mengalir keringat karna lauk yang masak terlalu pedas tapi kami semua semangat sarapan bersama selesai makan kita bersih kan kembali tempat makan kami kita rapikan kembali untuk memasak selanjutnya setelah itu kami bongkar tenda semua mulai dari tenda peserta hingga tenda pendamping kita bongkar bersama setelah membongkar tenda kami rapikan kembali tenda itu untuk di packing sebelum packing kami semua bersih-bersih area camp mulai dari tali rafia yang ada di pohon kami buka kembali dan bersih-bersih sampah sisa makanan kami dan bungkus camilan kami selesai itu semua kami mengumpulkan air minum  kami dan konsumsi kami semua untuk di bagi rata setelah terkumpul semua pendamping membagikan air minum dan konsumsi dan alat-alat lainnya untuk di packing kemudian kami packing semuanya agar tidak terlalu banyak membuang waktu setelah packing kami membungkus sampah dan masih mencari sampah yang tersisa setelah itu kami selesai packing kami berdoa untuk melanjutkan perjalanan berdoa menurut keyakinan masing-masing kemudian dari itu kami berangkat tiba-tiba ada seorang pemburu lewat memakai motor dengan membawa dua motor yang terdiri empat orang yang berboncengan dia memarkirkan kendaraan motornya di dekat camp kami setelah si pemburu itu berangkat tiba-tiba ada seorang bapak-bapak tua dia juga seorang pemburu kami tidak tau kalok awalnya bapak ini adalah seorang pemburu dan salah satu pendamping dari kami menanyakan arah jalan itu pada bapak-bapak itu pendamping berkata permisi pak mau numpang nanyak arah jalan yang benar menuju raung di mana ya pak, bapak itu menjawab lurus aja ikuti jalan ini sudah bapak-bapak bilang dan tibi-tiba ayo bareng saya aja saya juga mau ke raung kata si bapak dan dari kami semua bahagia karna kita tidak akan salah jalan kembali karna sudah ada bapak-bapak ini yang berbarengan bersama kami menuju raung pendamping kami bilang monggo pak jenengan di depan kata pendaping saya bapak itu menjawab moggo samean di depan aja saya yang di belakang aja nah dari situlah kami berangkat bersama bapak-bapak itu peserta di depan semua dan sebagian pendamping dua orang pendamping di belakang si bapak-bapak itu ka,mi terus berjalan melewati jalan yang kemaren jalan yang penuh tantangan dan licin kita memasuki hutan basah dan terus berjalan di jalan yang licin hingga saya sering kali terjatuh beberapa kali tapi saya selalu tertawa di setiap perjalanan saya selalu berbicara bersama dengan teman-teman bahwa sannya banyak marka lawas yang sudah pudar ada marka dari tali raffia dan ada marka dari pita yang warnanya sudah pudar tiba-tiba salah satu pendamping dari kami menyusul dari belakang dan saya menyakan sambil bercanda kuat mas dan dia menjawab kuat dia bilang ke saya kamu kuat gak van saya menjawab Alhamdulillah kuat mas pendamping kami it uterus berjalan sambil mencari sayur pakis saya pun terus berjalan mengejajar mengejar yang lain dan saya selalu berhenti di karenakan jalannya yang licin dan selalu menanjak saya pun selalu semangat untuk berjalan tidak mengenal lelah karna saya tau berjuang itu tidak mudah kami terus berjalan dan berhenti-henti saya selalu menoleh kebelakang melihat bapak-bapak itu yang berjalan sangat santai yang membawa pikulan kita selalu menaiki tanjakan di setiap perjalanan kita, banyak pohon-pohon besar yang menyejukkan keringat perjuangan kita dan burung-burung yang berkicauan di atas kita dan di ketinggian 1500 saya melihat burung yang berwarna merah dan orange yang berkicauan sangat indah di saat itu posisi kami sedang beristirahat dan menunggu bapak-bapak itu dan teman-teman lainnya juga dan saya pun berduduk santai sambil menunggu bapak-bapak dan teman-teman saya minum untuk mengganti cairan yang hilang dan memakan permen setelah mereka datang kami masih beristirahat agak lama dan saya bercerita-cerita bersama bapak-bapak itu dan saya bertanya bapak ini mau kemana bertani tah di sini saya bertanya seperti itu bapak itu menjawab saya tidak bertani saya berburu di sini kata si bapak sambil merokok saya bertanya lagi bapak ini setiap hari ke sini bapak itu menjawab lagi, iya saya kembali bertanya lagi biasanya bapak ke raung sampai mana dan bapak itu menjawab kembali batas saya berburu itu cuman sampai pondok sumur saya bertanya kembali yang bapak buru itu apa bapak itu kembali menjawab lagi saya berburu apa aja dapat burung ya burung dapat kijang ya kijang dapat babi ya babi kata si bapak setelah itu saya bertanya kembali ke pada bapak it terus hasil buruan itu buat apa pak dan bapak itu kembali menjawab iya saya jual dan saya menanyakan kembali hasil penjualan pemburuan tiap hari dapat berapa pak dan bapak itu menjawab kembali hasil buruan saya itu tiap hari tidak menentu katanya si bapak terus lah saya terus bertanya kalok bapak pulang biasanya jam berapa bapak bilang saya pulang jam dua kata si bapak setelah itu bapak-bapak itu berpamitan kepada kita semua untuk melanjutkan perjalanan terlebih dahulu dan kami menjawab iya sudah pak hati-hati dan kami mengucapkan terima kasih kepada bapak-bapak itu bapak itu menjawab iya sama-sama terus pendamping kami bertanya ini jalannya sudah lurus aja pak jawab si bapak-bapak itu iya kamu lurus aja jalan ini dan ikuti jalan ini tidak usah menggok-menggok kata si bapak-bapak itu beberapa menit kemudian setelah bapak-bapak itu berjalan agak jauh kita juga bergegas berangkat kami berjalan dan terus berjalan hingga kaki saya terasa ke sakitan dan lagi-lagi saya sering berhenti karna semua badan saya udah terasa ke sakitan kaki yang terluka dan bahu saya yang patah saya berhenti terus menerus meletak kan carier karna badan saya sudah tidak kuat membawa beban mulai dari bahu dan kaki saya, saya berjalan dengan kaki satu karna kaki saya yang satu tidak kuat untuk menumpu dan carier saya sering di bawak cenges karna kaki saya sakit parah terima kasih tuhan lindungan mu, kita sampai di pondok sumur jam 01.53 kita sampai di sana beristirahat dan duduk santai karna kita sudah sampai di pondok sumur kami masih menunggu peserta yang lain dan sambil tidur-tiduran tiba-tiba salah satu pendamping kami menemukan air minum setengah botol yang ada di semak-semak tetapi air minum itu sangat kotor tapi itu tidak terpengaruh untuk kami dan salah satu dari pendamping kami mengeluarkan bufnya untuk menyaring air tersebut untuk di minum, buf itu sebelum di buat untuk menyaring sudah basah terlebih dahulu yang basah oleh keringat tapi saya tidak jijik untuk meminumnya karna di sana sulit sekali untuk menemukan air bersih meski itu air bersih itu ada air hujan dan ketika kami terkempul semua di pondok sumur mereka merasa bahagia sebelum kami berangkat salah satu dari pendamping kami memotong botol aqua untuk di gantung di pepohonan dan di tarok di semak-semak saya bertanya pada pendamping saya kenapa di tarok di situ mas terus pendamping saya menjawab iya ini buat persediaan para pendaki ini kalok hujan botol ini akan terisi kita menarok botol ini sudah menolong sodara kita yang mendaki katanya si pendamping setelah berkumpul semua kita melanjutkan perjalanan untuk menuju pondok tonyok dari pondok sumur menuju pondok tonyok saya berjalan dengan kaki penuh kesakitan dan penuh luka dan beban saya yang saya bawa dan saya pun terus berjalan yang sangat penuh dengan tanjakan di depan saya dua anggota pendamping yang membersihkan jalan dari pohon-pohon tumbang dan dari semak-semak yang menutupi jalan meski jalan telah di bersihkan oleh dua anggota pendamping tetapi kami tetap berjalan dengan merunduk karna terlalu banyak semak-semak yang meng halangi jalan dan saya pun terus berjalan meski selalu tersandung olar ranting kayu dan semak-semak kami ketinggalan oleh pandamping karna dia berjalan sangat cepat tiba-tiba dua pendamping lagi melalui kami dan kami berusaha mengejarnya taoi kita masih ketinggalan lagi kami bertiga yang sebagai peserta terus berjalan untuk mengejar pendamping yang di depan yang lain masih di belakang yang berjalan dengan sangat lambat, di setiap perjalanan kami bertiga di ikuti oleh burung-burung yang berterbangan yang berkicauan yang menyemangatkan kita untuk terus berjalan tanpa harus mengenal lelah saya pun sering berhenti di karnakan terlalu banyak tanjakan yang ekstrim, jam 03.35 tiba-tiba di tengah-tengah perjalanan ada dua anggota pendamping yang sedang berhenti yaitu mas imam dan mbak suci dan mereka berdua bertanya sehat fan saya menjawab Alhamdulillah sehat mas,mbak, dan di situlah saya di suruh beristirahat saya pun beristirahat sambil meminum untuk mengganti cairan yang terkuras dan kami menunggu peserta yang sambil menulis laporan perjalanan dan bercanda tertawa ria bersama dua pendamping stelah peserta yang lain datang kami berjalan kembali untuk melanjutkan perjalanan tetapi kami selalu tetinggal oleh pendamping yang selalu berjalan dengan cepat kami terus berjalan dan tiba-tiba saya kembali berhenti di karnakan kaki saya luka sehingga setelah berhenti mbak suci mengobati kaki saya yang terluka dengan memberi pembalut setelah itu kami melanjutkan perjalanan untuk menuju pondok tonyok kami terus berjalan meski kaki saya luka karna kita takut kemalaman untuk membangun tenda, jam 04.20 kita beristirahat kembali bersama semua peserta da semua pendamping kita bercerita-cerita betrsama sambil tidur-tiduran dan melihat langit yang indah dan cerah tiba-tiba ada seekor elang yang terbang berputar-putar di atas kita yang mengispirasi kita semua untuk melangkah menuju tingginya puncak  setelah itu kami terus berjalan kembali dan tiba-tiba kabut datang daru bawah salah satu pendamping kami memanggil mas ketum yaitu mas imam untuk segera bergegas menuju tonyok kami pun terus berjalan sehingga kami sampai di pondok tonyok jam 05.45 ketinggian 2700 saking senangnya saya berjalan sehingga sampai-sampai saya terjatuh dan semua teman-teman terwa tapi saya bangun untuk menarok carier saya, setelah itu kami bersih-bersih area untuk di bangun kan tenda setelah selesai bersih- bersih area kami membagikan tempat untuk membangun tenda setelah itu kita semua membangun tenda bersama untuk kita beristirahat dan memasak kemudian  itu kami semua menata carier kita semua dan mengeluarkan alan-alat masak kita semua peserta persedian konsumsi yang mau kita masak, kita masak bersama setelah itu kita sarapan bersama selesai sarapan bersama kita bersih-bersih tempat makanan kemudian kita istirahat sejenak setelah itu kita melaporkan laporan perjalan satu-persatu dan saya melaporkan laporan perjalan yang pertama saya mendapatkat teguran berat dari mas rohim karna saya tidak mencatat suhu dan ketinggian berapa setelah itu mereka dan selesai itu kami memasuki tenda untuk beristirahat kami tertidur hanya dengan 15 menit kita di bangunkan jam 11.00 untuk melanjutkan pendakian malam kita membawa carier satu menuju puncak dan kita packing mulai dari jaket dan senter untuk melakukan pendakian malam setelah itu kami semua berkumpul dan berdoa untuk pendakian malam kita berdoa menurut keyakinan masing-masing setelah itu kami berangkat dan tiga pendamping yang berada di depan kita dan ada tiga pendamping lagi yang ada di belakang kita kita terus berjalan sambil saling membantu dan member tau jika ada pohon tumbang dan pohon yang menghalangi perjalanan kita kita sampai di pondok demit beristirahat sebentar dan saya ijin kencing dan tiba-tiba senter saya terjauh tidak terasa bahwasannya senter saya itu terjatuh dan saya menanyakan pada teman-teman loh senter saya mana jawab teman-teman loh tidak tau cobak kamu liat tempat kamu tadi yang kencing kata salah satu pendamping setelah saya liat kembali ternyata ada di sana tempat di mana saya kencing kata salah satu pendamping menanyakan kembali senternya tidak kenak di kencingi dek jawab tidak mbak setelah itu kita melanjutkan perjalan kembali sehingga kita melewati kayu-kayu yang tumbang kemudian itu saya terjatuh dan bangun kembali untuk terus berjalan dan kata teman-teman saya di pertenagah perjalanan tiba-tiba pingsan ada yang yang bilang hipo dan ada yang kram perut,
Minggu 11 februari 2018
 pagi itu jam 08.00 saya di bangunkan oleh mas imam saya pun masih terbaring lemah stelah badan saya terkena sinar matahari tiba-tiba semangat saya kembali pulih setelah saya terbangun teman-teman sudah menghilang semua cuman tersisa dua anggota yaitu mas imam dan mas rohim, mas rohim di waktu itu masih tertidur dan saya menanyakan kepada mas imam teman-teman kemana mas jawab mas imam teman-teman semua udah tadi pagi berangkat menuju puncak fan kata mas imam saya bertanya kembali kenapa kok saya tidak di bangunkan mas jawab mas imam kamu itu semalam pingsan dan teman-teman semua memelukmu mereka tertidur di sampingmu semua kata mas imam terus dia berkata kembali palingan mereka sudah nyampek puncak fan mas imam berkata seperti itu kalok kamu mau menyusul mereka ayo kita temani dan berangkat kata mas imam tidak sampai puncak tidak apa-apa sampai di memorial deden aja kita menunggu mereka di sana aja kata mas imam setelah itu semangat kembali untuk melanjutkan perjalanan sebelum itu saya masih mencari kaki palsu saya yang di lepas semalam waktu saya masih pingsan ternyata kaki saya di sembunyikan setelah di temukan saya pasang kembali untuk melanjutkan perjalanan sebelum saya berangkat mas imam membangunkan mas rohim yang masih tertidut setelah itu kita berangakat menuju teman-teman sekitaran 15 menit kita sampai ANGIN kita berhenti-henti mas imam yang membawa air minum satu botol dan permen satu pack kami berhenti sejenak untuk minum dan memakan permen setelah itu kami melanjutkan perjalanan kami terus berjalan sambil bercerita-cerita sejatahnya gunung raung yang meletus setelah itu kami hampir sampir sampai di memorial deden dan saya beristirahat mas imam berkata yakin kamu gak mau muncak fan kata mas imam lihat di depanmu sudah batas VEGETASI saya berdiri dan melihatnya sambil terkejut saya pun berjalan melihat indahnya puncak kami sampai di batas VEGETASI mas imam memanggil merekan huuuuuuuuuuuuuuy dan mereka pun menjawab huuuuuuuuuuy kemudian saya memanggil mereka juga olarrrrrrrrr di siniiiiiiiiiii kembali hadir olar menyusul kalian semuaaaaaaaaa saya pun terus berjalan saya menuju berjalan menuju puncak sambil berpegangan tangan mas rohim setelah itu melewati jalan sirotol mustakim yang kanan kiri itu jurang saya berjalan duduk seperti kodok saya pun terus berjalan menuju puncak dan saya di bantu dengan menggunakan webbing salah satu pendamping yang membantu saya menariknya dan di kaitkan pada batu saya terus berpegangan pada webbing meski berhenti-henti hingga akhirnya saya sampai puncak mereka yang sampai duluan di puncak langsung membuat kopi setelah saya sampai di puncak kami masih beristirahat sektar 5 menit setelah itu kami kemudian kita UPACARA selesai kita berfoto-foto kami di selimuti kabut di atas puncak karna kita selalu rame selesai foto-foto kita semua turun jam 12.00 bersama turun ternyata yang lain berjalan sangat cepat sehingga saya tertinggal bertiga di pertengahan puncak karna saya turunnya tidak bisa untuk menumpu sehingga fadil dan mas yongki membantu saya turun menggunakan webbing setelah kita sampai di bawah kita sudah tertinggal jauh dari mereka sehingga kami mengejar mereka karna kita ada air minum dan takut ketinggalan perjalanan di malam hari setelah sampai di angin kita bertemu teman-teman perempuan yang sedang kebingungan mencari jalan sehingga mereka menunggu kita bertiga setelah itu kami berjalan bersama-sama dan dari mereka pun tidak ada yang membawa air juga kami terus berjalan hingga sampai di camp darurat tempat saya yang pingsan setelah sampai di sana kami sudah di buat teh sama pendamping yang turun terlebih dahulu kita semua meminumnya setelah itu kita berjalan kembali kita berjalan menuju camp pondok tonyok hingga malam dan kita berpegangan pada webbing yang paling depan mas yongki yang paling belakang mbak suci kita kesulitan dalam perjalanan karna penerangan untuk menerangi hanyalah power bank punya mas yongki itu pun masih kurang cukup menerangi yang di depan aja tiba-tiba mas yongki berhenti meminta webbing untuk di potong dan di bakar untuk menerangi jalan yang di belakang setelah itu mbak suci meminta yang laki-laki untuk ada di paling belakang satu yaitu fadil webbing yang di bakar itu itu telah habis dan kita menghidupkan lilin untuk menerangi jalan tak lama kemudian lilin itu juga habis dan kami terus berjalan dengan senter satu yaitu hanyalah power bamk kemudian itu kita di guyur hujan sehingga kita semua basah kuyub kami terus berjalan sambil meminta pertolongan kepada pendamping yang ada di bawah tak lama kemudian mereka datang menyusuk kami kemudian kita lebih cepat berjalan menuju pondok tonyok camp kita setelah sampai di tenda ternyata tenda peserta basah kuyub karna tidak di tutupi flesid sehingga dari kami masih memasang flesid setelah itu kita membersihkan air yang ada di dalam tenda karna basah kaki palsu saya pun sangat basah setelah itu kita bergantian memasuki tenda untuk berganti pakaian selesai itu semua kita makan di masing-masing tenda yang sudah di masak kan oleh pendamping tadi yang awal terlebih dahulu sampai di camp selesai itu saya membenarkan tenda yang basah untuk beristirahat dan kami pun tertidur lelap.
Senin 12 februari 2018
            Kami bangun jam 07.00 karna kita semua kecapean dan kedinginan setelah itu dari semua memasak untuk sarapan pagi setelah selesai sarapan kita bersih-bersih area dan dari pendamping bayak yang bolak-balik pup karna masakannya terlalu kepedesan setelah itu semua kita bomgkar tenda dan pendamping masih masak mie hunt setelah itu kami semua packing untuk menuju perkampungan sebelum itu kami berdoa menurut keyakinan masing-masing setelah itu kita berangkat bersama-sama dan di pertengahan perjalanan mbak suci membagi rata mie hunt yang di masak tadi padi dengan di bungkus menggukan plastik untuk di makan di perjalanan setelah itu kita melanjutkan perjalan kembali dan saya berdua bersama dina berdua di tengah hutan basah yang terpisah dari teman-teman stelah itu kita terus berjalan mengejar peserta yang di depan tiba-tiba dina ketakutan karna tidak ada marka dan kami pun terus berjalan kami bertemu dengan teman-teman di depan yang sedang beristirahat dan kami pun masih menunggu yang lain yang masih ada di belakang setelah mereka datang kami kembali berjalan dan terus berjalan sehingga saya berpisah dengan yang saya hanya berduaan bersama mas imam di perjalanan saya di di kagetkan oleh seekor lutung yang melompat dari pohon ke pohon kami pun melanjutkan perjalanan tiba-tiba kami di kagetkan kembali oleh geledek yang sangat kencang kami masih terus berjalan sehingga turunlah hujan yang mengguyur kita semua kami pun terus berjalan meski kita kehujanan dan tiba-tiba kaki saya yang luka sangat sakit dan perih sehingga saya tidak bisa berjalan kata mas imam ayok terus berjalan sampai ke camp ke dua nantik sampai sana saya usahakan carikan kendaraan buat jemput kami untuk mengantarkan ke pedesaan terlebih dahulu mereka semua melanjutkan perjalanannya saya sama mas rohim dan fadil beristirahat menemani saya sambil menunggu jemputan kemudian ada seorang pemburu terdiri dari dua orang yang ketakutan melihat baju PDL kami yang sama dengan polisi hutan mereka yang ketakutan mengeluarkan celurit setelah itu ada suara motor yang menghampiri kami ternyata oh ternyata mas yongki yang membawa motor itu kemudian itu saya berpamit kepada mas rohim dan fadil untuk berangkat duluan dan mereka masih membuat kopi saya pun terus berjalan memakai motor bersama mas yongki motor yang kami naiki sering mati dan tiba-tiba kami terjatuh sehingga pancean motor si punya bapak itu patah dan kami masih mencari pepatahan itu setelah di temukan kami berangkat menggunakan motor dan di perjalanan saya bertemu teman-teman dan pendamping mereka menitip sampah yang sudah yang di kantongi dan setiap bertemu teman saya selalu bilang duluan teman-teman menjawab iya setelah sampai di pondok pak yanto saya berganti motor setelah itu saya bersama saudara mas imam menuju pedesaan saya di bonceng sambil bercerita-cerita tiba-tiba kami terjatuh beberapa kali setelah itu kami sampai di pedasaan jam 05:47 setelah sampai di sana saya membuka kaki palsu saya dan saya di beri pinjaman baju ganti oleh sodara mas imam kemudian saya di buatkan teh dan di masakkan beberapa kemudian senior saya yang ada di jember menghampiri saya menanyakan kabar saya karna yang kawatirkan hanyalah seorang dan masih ada yang melihat teman-teman kami dengan menusulnya dan dia kembali lagi tak lama kemudian teman kami datang setelah mereka ada yang mandi dan sebagian ada yang makan dan kita masih bercerita-cerita di salah satu rumah warga hinggi kemudian mencari selteran pick up untuk kita pulang menuju kampus setelah itu pick up datang dan kami semua siap-siap untuk pulang kita berpamitan kepada semua warga di sana dan kepada sodara mas imam setelah itu kita menaiki pick up satu-persatu hingga akhirnya kita berangakat pulang menuju jember dan kami masih mampir ke pos pendakian buk endang bahwasannya kita semua lengkap dan selamat setelah itu kami berangkat kembali dan saya tidur sampai di jember saya terbangun dan kemudian kita rapat masalah telat turun selesai jam 03.03 saya pun bergegas istirahat.
                                                            *SELESAI*

(semoga masih tetap utuh)
MOTTO

Ketahuilah tidak ada penyesalan dalam perjuangan
Jangan pernah malu dengan kekurangan mu selama kamu bisa mengimbangi yang sempurna untuk berjuang
HIMACITA


CIPT: Ahmad Ifan

Komentar

  1. Semangat, dukungan dokumentasi kurang, proses awal sampe akhir andaikan ada lebih sempurna

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aplikasi I di Badealit