Gunung Raung Via Bondowoso

Ekspedisi Gunung Raung Via Bondowoso

Selamat pagi kawan… ini cerita ku sebelum berangkat ekspedisi gunung raung. Sebelumnya aku perkenalkan kawan – kawan saya yang sangat hebat ini.
Yang pertama ada DINA atau panggil dia KOCOR, dia adalah wanita terkuat di angkatan 32 HIMACITA
Yang kedua ada SISCA atau panggil dia si LEDUK dia adalah wanita termalas/ter lelet yang pernah saya kenal
Yang ke tiga ada ROFIQOH atau sebut dia si CADEL dia adalah wanita yang paling manja yang pernah saya kenal
Yang terakhir ada si IFAN atau sebut saja dia si LAMBE TURAH (LAMTUR) dia adalah orang paling gila yang pernah saya kenal
Itulah sekilas profil saudara – saudara saya yang sangat saya sayangi, dan aku banggakan. Mereka adalah saudara terhebat yang pernah aku kenal selama 20 tahun ini.

Ini ceritaku waktu Ekspedisi Gunung Raung
Selamat membaca…

Kamis 8 februari 2018
aku di bangun kan oleh seorang wanita yang sangat kuat dan tegar yang bernama dina atau yang biasa di panggil dengan panggilan kocor (KOAT BOCOR) pada pukul 06.11. saya pun bergegas ke kamar mandi tetapi tidak untuk mandi melainkan hanya mencuci muka hehehehehe… setelah itu saya pun bergegas memakai baju orange untuk melakukan upacara sebelum pemberangkatan.

Pada pukul 08.00 saya dan saudara – saudara saya melaksaan upacara pemberangkatan di dalam aula kampus IKIP PGRI JEMBER. Selang waktu 18 menit setelah upacara saya dan sodara – sodara saya pun mulai pemberangkatan ke tempat aplikasi II yaitu bertempat di gunung raung jalur utara. Saat pemberangkatan saya dan teman – teman saya melakukan perjalanan ke gunung raung menggunakan mobil pick up, semua jumlah peserta dan pendamping yaitu berjumlah 11 orang yang terdiri dari 5 peserta dan 6 pendamping.

            Setelah  beberapa jam kemudian di pertengahan perjalanan mobil pick up mengisi bensin di pom bensin di daerah sukowono,  mbak risqi dan mbak suci turun di depan indomart untuk membeli perlengkapan yang akan di bawa ke tempat kegiatan.
Di tengah perjalanan pun saya berdiri di atas mobil pick up untuk menikmati pemandangan yang di ciptakan Allah SWT, kemudian si wanita yang bernama rofiqoh atau yang biasa di sebut cadel dia mungkin penasaran dengan apa yang saya lakukan dan akhir nya dia berdiri di sebelah kiri saya dan berkata “wahhh indah sekali pemandanganya”. Saya pun bercanda tawa di atas mobil dengan si wanita yang bernama rofiqoh atau yang biasa di sebut cadel ini.
            Setelah beberapa jam kemudian saya dan kawan – kawan pun sampai di pos perijinan atau yang biasa di sebut Bu.Endang sekitar pukul 11.03 WIB, sesudah melakukan perijinan di pos Bu.Endang saya dan kawan – kawan pun melanjutkan perjalanan ke pos berikutnya yaitu di rumah Pak.ir. sesampai di pos pak.ir saya, dina, ifan dan kakak rohiem atau yang biasa di sebut dengan kakak ngeter mengambil air untuk cadangan air, Setelah itu saya dan kawan – kawan melanjutkan perjalanan melewati makadam atau jalan berbatu, di tengah perjalan pun sekitar pukul 11.58 WIB kita berhenti di tengah hutan di karenakan jalan yang kita lewati rusak parah dan pada akhirnya semua peserta dan pendamping nerjalan kaki menuju pondok motor, di tengah – tengah perjalanan si wanita yang bernama cadel mengeluh kecapekan. Si wanita yang bernama sisca atau yang biasa di panggil dengan sebutan leduk ini mengeluh juga sebelum dia pingsan di tengah – tengah perjalanan ke pondok motor pada saat itu pun kita beristirahat sejenak untuk menenangkan wanita yang bernama sisca ini.

            Ada pun juga seorang laki – laki yang bernama ifan yang biasanya di panggil dengan nama panggilan lamtur dan dia beristirahat, setelah itu dia melepas kaki palsunya dan memanggil saya  kemudian dia bertingkah konyol yaitu dengan menendang nendangkan kaki nya kearah saya dan saat itu pun saya tertawa terbahak – bahak wkwkwkwkwk….
Setelah beberapa menit kemudian si sisca ini mulai siuman dan sadarkan diri, saya pun dan awan – kawan bergegas melanjutkan perjalanan ke pondok motor. Di tengah perjalan menuju pondok motor si mantan ketua umum yang bernama kakak rohiem ini berlari melewati saya, saya pun tidak mau kalah dan akhirnya saya berlari mengejar kakak rohiem dan melewatinya dengan berteriak “Akuuu Menannaangggg”
Saya pun dan kawan – kawan berhenti sejenak untuk kesekian kalinya untuk beberapa menit, setelah istirahat sayapun melanjutkan perjalanan ke pondok motor.


            Pada saat perjalanan pun saya dan kawan – kawan melewati track yang lumayan menanjak untuk di lewati pendaki gunung, setelah beberapa menit kemudian saya dan kawan – kawan pun melewati ladang milik masyarakat setempat, kami pun beristirahat di gubuk milik masyarakat dan sedikit berbincang bincang dengan masyarakat sekitar tentang jalur yang akan saya lewati menuju puncak gunung raung.
Beberapa menit kemudian saya dan kawan – kawan melanjutkan perjalanan menuju perkebunan kopi, setelah di perjalanan kurang lebih 1 jam perjalanan akhirnya saya dan kawan – kawan pun memutuskan untuk membangun tenda di tengah – tengah perkebunan kopi dan pada kondisi itu hujan yang sangat deras mengguyur tubuh saya. Pada saat itu pun tugas di bagi 2 yaitu bagi laki – laki membangun tenda dan menyiapkan semuanya dan yang perempuan membuat kopi, makanan dan lain – lain, setelah semua selesei pada malam harinya pun saya dan kawan – kawan pun makan malam bersama pada pukul 18.45 WIB.

            Pada saat malam hari pun saya dan kawan – kawan berkumpul di tenda untuk menghangatkan tubuh dan berbincang bincang tentang perjalan kesokan harinya itu akan seperti apa, saya dan kawan – kawan penasaran akan track yang akan kita lalui besok pagi seperti apa. Setelah dapat beberapa menit kemudian kami semua pun makan malam bersama pada pukul 18.45 WIB, setelah makan malam saya dan ke empat teman saya masuk lagi ke tenda untuk mempersiapkan evaluasi dan briving untuk keesokan harinya.
Selang waktu 30 menit akhirnya evaluasi dan briving selesei sekitar pukul 21.41 WIB, teman – teman semua masuk ketenda masing tetapi saya dan ifan (LAMBE TURAH) ini berdiam di luar tendak untuk menanak nasik untuk sarapan keesokan harinya. Saya pun di luar tidak hanya berdua dengan si ifan, kami berdua di temani oleh oleh kakak Usman bin afan atau yang diasanya di panggil (TUKUL.. Pertiinyiinyii eaa.. ea… eaaa…) dan kakak yongky atau yang biasa di panggil dengan kakak Suhat.

            Setelah hampir 1 jam menanak nasi semua kegitan pun selesai pada pukul 22.58 WIB saya dan ifan pun bergegas masuk kedalam tenda untuk beristirahat
Semua telah selesai dan saya mengucapkan selamat malam kepada teman – teman saya
GOOD NIGHT…..

            Juma’at, 9 Februari 2018
Pagi hari sekitar pukul 04.05 WIB ada seorang wanita yang sedang memasak untuk sarapan pagi yaitu si rofiqoh,dina dan sisca,tetapi saya dan orang gila yang bernama ifan atau bisa juga di sebut dengan nama lamtur ini masih terdiam dalam tenda karena masi dalam keadaan mengantuk untuk ber aktifitas sebab semalam kita tidur terlalu larut malam.
Si orang gila ini pun bangun dan duduk di pojokan tenda masih dalam kondisi mengantuk, setelah beberapa menit kemudian si orang gila yang bernama ifan ini pun menunjukan tingkah konyolnya yaitu tidur sambil duduk saat itu pun saya tertawa terbahak bahak melihat orang gila ini dalam keadaan tidur sambil duduk, kemudian setelah itu saya mendengar suara kakak risqi atau yang biasa di panggil dengan (SUEK si Mata juling) dari dalam tenda entah diah bingung mencari apa, setelah itu kakak yongky bertanya kepada kakak risqi
Kakak yongky  : mau kemana ndok..?
Kakak risqi  : mau INDOHOY..
Saya pun tertawa kecil di dalam tenda, kemudian saya pun kembali melihat si orang gila yang bernama ifan ini ternyata dia masih nyaman dengan posisi tidur dengan duduk di pojokan tenda.

            Setelah itu saya keluar tenda dan di ajak kakak usman untuk mengambil air untuk cadangan air di perjalanan, selang waktu beberapa menit saya selesei mengambil air dan kembali ke tempat camp kemudian melanjutkan makan pagi bersama kawan – kawan, selesai makan saya dan kawan – kawan pun melanjut kan untuk packing dan bersih – bersih area camp sekitar pukul 08.17 WIB
Selesai packing kami pun bersiap – siap untuk melanjutkan perjalanan sekitar pukul 08.21 WIB. Setelah beberapa menit kemudian di tengah – tengah perjalanan saya dan kawan – kawan tersesat di area perkebunan kopi milik masyarakat sekitar karena kita melipir terlalu jauh ke kiri. Saya pun sangat kangum melihat semangat dari orang gila yang bernama ifan ini dan saya pun tidak mau kalah dengan semangat si orang gila ini, saya pun berlari melewati tanjakan yang lumayan tinggi dan memyalip si ifan kemudian beristirahat di atas, saat istirahat saya pun bercanda tawa dengan kawan – kawan. Pada saat istirahat pun saya melihat laba – laba dan sarang tawon yang sangat besar yang berada tepat di depan saya. Kemudian sekitar pukul 09.57 WIB saya berjalan melewati tumbuhan ilalang yang sangat tinggi, di tengah perjalanan pun saya dan kawan – kawan melihat ciptaan yang maha kuasa yang sangat indah yaitu sungai kecil bekas erupsi gunung raung.

            Sejenak kami pun beristirahat di tepi sungai untuk berseih – bersih muka dan lain sebagainya, saya pun berjalan mendekati si orang yang hampir sangat gila dan saya pun melihat orang gila ini sedang tengkurap di atas batu dan memanggil saya, saya pun meoleh kearahnya dan melihat dia sedang tengkurap sambil minum air sungai itu, saya pun lagi – lagi di buat nya tertawa terbahak – bahak dengan tingkah konyol nya. Kemudian saya tertarik dengan apa yang di lakukan si orang gila yang bernama ifan ini, saya mencoba mencoba minum air sungai dengan posisi tengkurap di atas batu, kemudian si orang gila ini berkata kepada saya “ Puhhhh BERKAYYY” saya pun kembali di buatnya tertawa, setelah beberapa menit beristirahat di tepi sungai saya dan kawan – kawan melanjutkan perjalanan menaiki bukit. Sesampai di tengah – tengah tumbuhan ilalang sekitar pukul 10.59 WIB saya dan kawan – kawan melakukan materi NAVRAD dan selesei sekitar 11.50 WIB, setelah materi NAVRAD kami mencari tempat berteduh agar tidak kepanasan, sesampai di tempat peristirahatan si orang gila melepas sepatunya dan bau sepatunya sangat menyengat sekali. Ternyata kaki si ifan ini lecet di karenakan berjalan terlalu jauh, akhirnya kaki si ifan ini di beri pembalut supaya pada saat jalan kaki dia tidak sakit. Setelah itu kita melakukan briving tentang masalah jalur yang akan kita lewati sebentar lagi.

            Saya dan kawan – kawan pun melanjutkan perjalanan memasuki hutan basah atau juga yang biasa disebut hutan heterogen, sesampai di pertengahan hutan heterogen kita pun beristirahat di karenakan jalur yang kita lewati tertutup oleh tumbuhan yang sangat lebat
Pada saat istirahat pun si orang gila yang bernama ifan ini mencabuti janggut nya dan bercanda tawa dengan kawan – kawan .
Saya sangat kagum dengan orang yang pada saat mendaki gunung ini di memakai kopyah hitam yang selalu di kenakan nya dan tongkat nya itu ternyata dia masih sangat semangat dengan kekurangan yang dia miliki. Pada saat itu pun hati saya tersentuh melihat semangat nya dan kekurangan orang gila ini, saya pun tidak mau kalah semangat dengan orang gila yang bernama lamtur ini.
Setelah itu kita kembali ke perjalanan kita pada hari ini, ternyata jalan yang kita lewati itu salah atau kesasar, dan pada akhirnya tim orange HIMACITA kembali pada arah jalan yang sebelumnya kita lewati, hari pun menjelang malam kita akhirnya memutuskan membuat camp pada hari tersebut di karenakan semisal kita berjalan di tengah malam itu sangat berbahaya.

            Hari itu kita membangun cmp pada pukul 15.32 WIB, tugas pun di bagi seperti biasanya yang laki – laki membuat tenda dan yang perempuan memasak makanan untuk santapan kita di malam hari, semua tugas pun selesei sekitar pukul 17.04 WIB
Pada saat itu posisi kita pada camp hari kedua yaitu sekitar 1.316 Mdpl
Dan semua tugas pun selesei kita pun makan malam pada pukul 19.20 WIB, setelah makan selesei kitapun bercanda tawa sebelum tidur malam. Si orang gila yang bernama ifan atau yang biasa di panggil LAMBE TURAH ini lagi – lagi melakukan kelakuan konyol yaitu membuang angin di dalam tenda, serontak semua yang ada di tenda pun terbangun dan keluar dari tenda yang kita tempati di karenakan di dalam tenda sangat bau sekali
Dan saya pun tertawa terbahak – bahak di luar tenda
Beberapa menit pun saya dan kawan – kawan lain nya masuk kedalam tenda lagi untuk beristirahat. Sekitar pukul 21.15 WIB pun saya dan kawan – kawan beristirahat

SELAMAT MALAM......
  
            Sabtu, 10 Februari 2018
            Pada pagi hari sekitar pukul 05.14 WIB lagi – lagi si orang gila yang bernama ifan atau yang biasa di panggil LAMBE TURAH ini sudah membuat saya tertawa dengan ocehanya yang dia bilang mau buang PUP lahh yang mau kentut di dalam tenda lahhh
Dan saya tertawa terbahak bahakk pada saat itu .
Sedang kan si rofiqoh,dina dan sisca sedang memasak untuk sarapan pagi hari ini, setelah itu saya dan kawan – kawan melakukan packing dan bersih – bersih daerah tempat kita mendirikan camp dan itu selesei sekitar pukul 07.52 WIB
Dan semua selesei saya dan kawan – kawan pun melanjutkan perjalanan ke post pendakian berikutnya di tengah perjalanan si ifan ini saya lihat dengan semangat juangnya yang tinggi dia berjalan melewati jalur yang lumayan menanjak, ada pun kejadin yang lucu pada saat perjalanan menuju pondok sumur, dia mengeluarkan angin tepat di depan muka saya dan pada saat itu saya tertawa terbahak – bahakk di sepanjang perjalanan.

            Setelah beberapa jam perjalanan kita pun beristirahat di ketinggian sekitar 1.854 Mdpl, pada saat beristirahat saya pun melihat burung berkicauan kesana kemari, burung itu sangat indah dengan bulu yang berwarna orange. Pada saat beristirahat perempuan yang bernama dina atau yang biasa di panggil dengan nama KOCOR ini curhat pada saya kalau dia sedang gelisah karena adanya hewan penghisap darah yaitu pacet dengan berbahasa madura yang sangat kaku, saya pun tertawa terbahak – bahak wkwkwkwkwkwkwk
Beberapa menit setelah beristirahat kami melanjutkan perjalanan melewati ilalang yang sangat tinggi. Di tengah perjalanan si orang gila yang bernama lamtur ini berteriak di atas ketinggian 1554 Mdpl dan dia berkata “CENGES BEU LASENG” hatiku saya pun tergoyah untuk membalas teriakan dari orang gila ini, serontak saya berteriak dengan brkata “LAMTUR BEUU ATAKK” pada saat itu pun kami berdua tertawa terpingkal pingkal. Kami pun bergegas melanjutkan perjalan, setiba itu di tengah perjalan saya terharu melihat jerih payah orang yang bernama ifan ini dengan kekuranganya dia masih semangat mendaki gunung dan memawa tas carier yang lumayan berat. Saya pun memberi semangat kepada si ifan agar supaya kita dapat sampai puncak gunung raung bersama – sama
            sekitar pukul 13.53 WIB di ketinggian 1.755 Mdpl saya dan kawan – kawan sampai di post yang di namakan pondok sumur, kita semua pun beristirahat sebentar di pondok sumur setelah itu kakak usman bin afan atau yang biasa di panggil TUKUL ini menemukan survival air, orang ini pun menyaring kotoran yang ada di dalam air tersebut agar bisa di minum oleh kawan – kawan lainya. Beberapa menit kemudian kita melanjutkan perjalan ke post berikutnya yaitu pondok tonyok dengan melalui track atau perjalanan yang sangat menanjak. Di tengah perjalan menuju pondok tonyok banyak kejadian lucu yang sangat tidak terduga seperti si dina  (KOCOR) yang awal nya saya ingin membantu dia ternyata malah dia terjungkal dengan posisi kepala di bawah dan kaki setengah terangkat ke atas
pada saat itu pun saya tertawa terbahak – bahak sampai perut saya terasa sakit wkwkwkwkwkwkwk
setelah itu saya dan dina melanjutkan perjalanan di tengah perjalanan pun saya lagi – lagi di sugukan pemandangan yang di ciptakaan oleh Allah SWT untuk umat manusia terutama pendaki gunung raung, saya pun berkata “SUBHANALLAH MAHA AGUNG CIPTAAN MU YA ALLAH”. beberapa jam kemudian saya dan kawan – kawan samai juga di pondok tonyok pada pukul 17.42 WIB pada ketinggian 2.200 Mdpl sesampai di lokasi saya dan kawan – kawan saya un bergegas membagi tugas seperti biasanya yaitu laki  – laki bertugas membangun tenda dan perempuan memasak untu
 santapan makan malam. Setelah semua selesai kita melakukan briving untuk perjalanan nanti malam, briving selesai sekitar pukul 22.00 WIB dan setelah briving selesai saya dan kawan – kawan prepare untuk pendakian malam nanti sekitar pukul 23.00 WIB. Saya dan kawan – kawan pun beristirahat hanya satu jam.

            Pukul 23.00 WIB saya dan kawan – kawan pun bergegas bangun dan beranjak keluar dari tenda dan mempersiapkan diri untuk melakukan pendakian ke puncak raung, pada di saat di tengah perjalanan yang sangat gelap gulita saya menengok kebelakang ternyata saya lagi – lagi di sugukan pemandangan yang sangat yaitu melihat lampu – lampu kota yang terang benerang terlihat dari ketinggian 2.500 Mdpl

            Minggu, 11 Februari 2018
            Pukul 02.30 WIB di pagi hari ini saya dan kawan – kawan berjalan menuju puncak raung, di tengah perjalanan ke puncak raung si ifan ini tiba – tiba jatuh dan menggigil kedingan, seketika itu pun semua teman – teman berhenti dan merapat ke ifan untuk menghangat kan si ifan ini kami semua berpelukan. Pada saat itu pun ketua tim memberikan perintah untuk tidak melanjutkan perjalan di karenakan si ifan ini tidak bisa lagi berjalan. Di saat itu saya menangis dalam hati karena melihat jeri payah orang yang hampir gila ini dengan kekuranganya dia masih bisa sampai di ketinggian 2.080 Mdpl
Kami semua pun beristihat samai pagi. Pukul 07.00 WIB saya dan tiga perempuan hebat yang bernama rofiqoh, dina dan sisca ini melanjutkan perjalanan menuju puncak raung dan meninggalkan si ifan ini di camp darurat bersama kakak imam dan kakak rohiem, pada saat akan berangkat ketua umum memberikan pesan terhadap kita sambi menangis agar supaya berhati – hati di jalan di karenakan kakak imam tidak bisa memendampingi pendakian sampai puncak karenakan dia menjaga saudara saya yang masi tergeletak lemas di camp darurat

            Saya pun berkata dalam hati saya “AKAN AKU SAMPAIKAN SALAM MU DI PUNCAK GUNUNG RAUNG IFAN” saat perjalanan pun saya menangis teringat akan keadaan saudara yang masih terkapar lemas di bawah, pada saat ini pun waktu saya menulis saya meneteskan air mata karena sedih melihat saudara saya yang tidak bisa melanjukan perjalan ke puncak raung. Syukur alhamdulilah setelah beberapa jam perjalanan saya sampai juga di batas vegetasi yang di mana tidak ada tumbuhan lain tumbuhan edellwise atau yang bisa disebut dengan bunga abadi. Saat itu saya kembali lagi teringat akan orang gila yg selalu membuat saya tertawa ini.
Saya terkejut sosok dina atau KOCOR ini tidak di sangka – sangka ternyata dia takut akan ketinggian, saya pun sempat tertawa heran melihat dina ini.
Tidak di sangka – sangka setelah melewati jalan yang di namakan jembatan sirotol mustakim ini saya mendengar suara orang berterik tapi sangat kecil sekali, untuk kedua kalinya saya mendengar suara orang berteriak dan ternyata itu adalah kakak imam yang disusul dengan terikan orang gila yang bernama ifan atau si LAMBE TURAH. Seketika itu saya dan kakak usman bin afan menangis terharu melihat orang yang tadi saya kira sudah tidak kuat untuk berjalan ternyata dia masih semangat untuk menyusul kami semua menuju puncak raung, saya pun bergegas untuk membuat kan semua teman – teman saya kopi di tengah hampir menuju puncak bendera, saya menunggu nunggu akan muncul nya orang gila ini, dia masih tidak terlihat di karenakan masi tertutup oleh kabut yang sangat tebal. Setelah beberapa menit kabut hilang dan ternyata si orang gila ini bertekat dengan semangat nya dia mendaki melewati bebatuan yang bahkan orang yang sempurna pun susah payah melewatinya apa lagi dengan keadaanya yang kekurangan itu. Di perjalanan ke atas masih sempat – sempatnya orang gila ini bertingkah konyol dan membuat saya lagi – lagi tertawa wkwkwkwk

            Pada akhirnya saya dan kawan – kawan pun sampai di puncak bendera gunung raung pada pukul 11.30 WIB  pada ketinggian 3.332 Mdpl di atas permukaan laut, setelah semua sampai di puncak gunung raung kami semua melakukan upacara bendera dan menyanyikan lagu indonesia raya dan lagu syukur. Sesampai di puncak rasanya saya tidak ingin pulang dan ingin diam disana melihat agungnya ciptaan Allah SWT
Di pikir – pikir pun saya masih ada tanggung jawab di rumah untuk merawat orang tua hehehe
Hari pun semakin sore saya dan kawan – kawan pun bergegas turun dari puncak karena takut sampai camp kita kemalaman, pada pukul 12.18 WIB kami turun dari puncak raung, di perjalan pulang saya hanya tinggal bertiga dengan kakak yongki dan si ifan , saya dan kakak yongki membantu ifan untuk turun dari puncak raung karena tidak mungkin saya meninggalkan dia seorang di belakang, sekitar hampir 2 jam perjalanan turun sampai juga kita bertiga di memorial deden hidayat yang dulu mitosnya deden hidayat ini adalah pendaki yang hilang sampai sekarang. Pukul 16.23 WIB saya bertiga sampai di pondok mayit kami pun beristirahat sejenak untuk minum air, sejenak sebelum melanjutkan perjalanan saya bertemu dengan teman – teman yang lain nya

            Hanya tingal kita berlapan orang yaitu lima perempuan dan tiga laki – laki kami pun berjalan, sesampai di pondok demit itu sekitar pukul 17.40 WIB perjalanan pun lumayan masi jauh ke pondok tonyok dan mau tidak mau kami harus bergegas melakukan perjalanan pada malam hari. Di perjalanan jalan pun banyak kejadian – kejadian yang aneh, seperti kakak suci katanya dia berjalan seperti tidak menginjak tanah, dan lain sebagainya
Akhirnya saya dan kakak suci pun bertukar tempat dan saya berada di posisi paling belakang barisan, di belakang pun saya merasa sama dengan kakak suci yaitu merasakan tidak enak di belakang tetapi bagaimana lagi ini sudah bagian dari tanggung jawab saya untuk melindungi perempuan. Di tengah perjalanan pun kami di guyur hujan lebat dan pada saat itu juga kami semua pun merasa kedinginan, beberapa menit perjalanan kami di jemput oleh kakak imam dan kakak rohiem mereka berdua menjemput kami karena khawatir akan keadaan kita yang sumber pencahayaanya anya satu senter yang di bawa oleh kakak yongki

            Setelah itu saya pun berjalan di depan sendiri di karenakan beban yang saya bawa sangat lah berat, di perjalanan pun mungkin saya berjalan terlalu cepat sehingga teman – teman saya yang berada di belakang tertingal jauh di belakang, saya pun berdiam sejenak dan melihat kanan kiri ternyata semua gelap dan hanya ada pencahayaan dari senter yang saya bawa, beberpa menit saya melihat kakak yongki dan saya pun melanjutkan perjalanan ke pondok tonyok. Di tengah perjalan pun saya lagi – lagi berjalan sendirian dan terjatuh dengan posisi kepala di bawah dan kaki berada di atas, saya pun di tertawakan oleh kakak yongki katanya posisi saya jatuh terjungkal dan sangat lucu
Saya pun sampai di pondok tonyok sekitar pukul 20.00 WIB di tempat camp tersebut tenda yang saya dan kawan – kawan tempati ternyata basah terkena hujan, akhirnya mau tidak mau saya membersihkan dan mengepel semua yang berada di dalam tenda. Semua teman – teman saya yang satu tenda saya suruh menghangat kan badan di tenda sebelah dengan membakar api unggun, hampir satu jam saya beres beres semua satu persatu masuk ke dalam tenda untuk berganti pakaian dan bergegas beristirahat. Setelah semua selesei kami semua menyantap makan malam di dalam tenda dan selesei itu sekitar pukul 21.00 WIB saya dan kawan – kawan beristirahat agar keesokan harinya badan fit untuk berjalan pulang.

            Senin, 12 Februari 2018
            Kita bangun pagi sekitar pukul 06.00 WIB, para perempuan pun bergegas untuk menghidangkan masakan untuk santapan pagi hari supaya di perjalan pulang tidak kekurangan asupan makanan setelah makan pagi di lakukan saya dan kawan – kawan lainya bergegas packing dan melakukan bersih – bersih area cap yang kita tempati, setelah semua selesai sekitar pukul 10.34 WIB kita berdoa bersama untuk melakukan perjalanan pulang ke bawah. Beberapa jam kemudian saya dan kawan – kawan tiba di pondok sumur sekitar pukul 12.40 WIB, beberapa menit beristirahat saya melanjutan perjalanan ke pondok motor di tengah perjalan kami beristirahat sejenak untuk mengisi perut dengan makanan ringan yang kami bawa. Kita pun melanjutkan perjalanan menuju pondok motor di tengah perjalanan saya melihat monyet abu – abu yang sedang bermain dengan teman – teman nya di atas pohon yang sangat besar, akhirnya kita sampai semua di tempat kita camp pada hari kedua saya dan tiga perempuan yang bernama kakak risqi, kakak suci dan si dina ini memutuskan untuk berhenti dan menunggu teman – teman lain nya

            Pada saat pemberhentian itu semua berkumpul dan ternyata si ifan ini sudah tidak kuat lagi untuk melakukan perjalanan kami semua pun memutuskan untuk mencari bantuan, saya dan kakak rohiem dan ifan ini menunggu dan yang lainya berjalan terus untuk mencari bantuan itu pun keadaan hampir malam dan masi hujan lebat, beberap menit pun kakak yongki ini kembali ke tempat di mana kami bertiga menunggu bantuan. Akhirnya si ifan ini pun di bawa ke bawah menggunakan kendaran motor milik penjaga kebun sekitar. Pada akhirnya saya dan kakak rohiem hanya tinggal berdua dan kami berdua pun dengan santainya menyantap makanan yang kami masak sebelum melanjutkan perjalanan menuju ke perampungan kami pun packing dan melanjutkan perjalanan berdua melewati hutan dan ilalang yang sangat tinggi, setelah melewati ilalang saya melewati perkebunan kopi, teryata di tengah perjalanan saya bertemu dengan kawan – kawan lain nya. Kami pun berjalan bersama lagi menuju perkampungan yang bernama kampung legan yaitu perkampungan terakhir di gunung raung. Di tengah perjalan si wanita yang kuat yang bernama diana (KOCOR) ini ternyata kaki kirinya luka ringan dan dia berjalan dengan pincang sebelah saya tidak tega melihat nya dan beberapa menit ada dua orang warga sekitar yang menjemput kami dan si dina ini akhirnya di evakuasi kebawah dan dia di naikan sepeda motor. Satu warga pun menemani kita untuk kebawah, sekitar satu jam perjalanan kita semua sampai di perkampungan legan ini dan kami semua pun di sambut dengan hangat oleh kakak bus dan lain nya
Saat itu pun semua menangis terharu melihat kedatangan kita akhirya kita semua sampai pulang dengan keadaan sehat walafiat semuanya. Kami semua di hidangkan makanan malam agar kita semua tidak kedinginan.

            Di situ pun semua membersihkan badan masing – masing sebelum melakukan perjalan pulang ke jember, beberapa jam kemudian kami begegas membereskan barang dan mengangkatnya keatas mobil pick up untuk melakukan perjalanan pulang, perjalanan pulang pun kami lalui sekitar dua jam perjalanan menuju kampus IKIP PGRI JEMBER. Di perjalanan saya tertidur pulas mungkin saya merasa kelelahan dan saya terbangun pada saat sampai kampus IKIP PGRI JEMBER yaitu sekitar pukul 22.30 WIB, saya dan kawan – kawan pun bergegas mengangkut barang bawaan ke sekretariat HIMACITA dan beristirahat
Sesampai di sekretariat kami semua beristirahat hanya saya dan orang gila ini yang tidak tidur. Beberapa jam kemudian semua yang masih belum tidur merapat ke dalam ruangan untuk melakukan evaluasi keseluruhan sekitar pukul 23.35 WIB. Evaluasi pun selesai sekitar pukul 03.35 WIB
Setelah itu saya bergegas pulang ke rumah di karenakan saya sudah merindukan kamar dan kasur saya, sesaat mau pulang ternyata gerbang kampus masi terutup dan saya pun menunggu sampai pukul 05.00 WIB, setiba di rumah saya mencium ibu saya karena saya sangat merindukan beliau, setelah itu saya bergegas mandi dan beristirahat...
SELESAI...... dan terimakasih sudah membaca cerita saya. SALAM LESTARI...!!!

Oleh: Achmad Ahmad Sholeh

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aplikasi I di Badealit