Aplikasi I di Badealit
Kami
para AM ( Anggota Muda) satu rasa satu tujuan,berjuang bersama hadapi tantangan
beranggotakan tuju orang.
·
Imam Baichaki (Kolat)
·
Moch.Imron (Mbelong)
·
Risqiatul Laila S. (Suwek)
·
Fitriawati (Pengis)
·
Suci Hardianti (Luced)
·
Usman Bin Affan (Tukul)
·
Yongky (Suhat)
Para
pendamping
·
Basofi (Solar)
·
Handoyo (Ganyong)
·
Tammamuddin (Mules)
·
Widadi (Gragas)
·
Abdurrohim (Ngetter)
·
Lulus Indah (Ciggem)
·
Widi Bachtiar (Kelly)
·
Yus Bhenny S (Ramok)
·
Dawud Efendi (Bolot)
·
Bustanul Arifin (Bus)
·
Oulyl Nur F. (kenyek)
Ini
bukan sekedar mimpi kawan…
Kami
tidak menyangka dapat melewatinya, diklat ruang yang diadakan enam hari lalu
mulai tagal 22 mei 24 Mei 2015 kemarnin sudah usai dan kini,kami akan melakukan
diklat lapang Aplikasi 1 di TNMB tepatnya di Bandialit yang terletak di desa
andongrejo. Tak pernah terbayangkan kami akan kesana bersama-sama,karna banyak
hal yang membuat kami ragu sebelumnya untuk berangkat…
Kami
ber-7 para pejuang,penakluk tantangan Aplikasi 1 yang siap menjalankan tugas
akan berangkat 28 mei 2015 hingga 30 mei 2015. Semoga pengorbanan akan waktu
dan tenaga kami ini tidak sia-sia demi tercapainya kelancaran tugas utama kami
sebelum naik kelas menjadi AB (Anggota Biasa) dan sebelum nantinya menjadi
pengurus di UKM HIMACITA IKIP PGRI ini.
Hari
inikamis,28 Mei 2015 menjadi bukti, dimana kami berangkat menuju tempat tujuan.Pagi
ini pukul 05.00 kami bangun dan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri
dan mulai bersiap sebelum acara pemberangkatan.Kini badan terasa bersemangat
dan sangatantusias,semua orang sudah mulai sibuk dengan carier mereka
masing-masing,sebelum berangkat kamipun tak lupa menceklist barang-barang
bawaan kami, hal itu kami lakukan untuk mengurangi hal-hal buruk yang
kemungkinan terjadi nantinya. Setelah semua selesai menceklis barang
masing-masing dilanjutkan menceklist barang-barang dan perlengkapan panitia,
karena sudah menjadi tanggung jawab kami sebagai panitia sekaligus peserta.
Kita
atur barisan dulu yaa…untuk persiapan Upacara sebelum pemberangkatan. Pukul
07.00 Upacara berlangsung tertib dan hikmat meski sederhana di lakukan di depan
kampus, di area parkir depan,karna kebetulan saat itu ruang Audutorium di
gunakan. Meski dilakukan di pelataran kampus,itu tak menyurutkan niat
kami,upacara tetap berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan susunan acara
yang sudah di buat. Pertama pembukaan,menyanyikan lagu Idonesia Raya,pembacaan
IKRAR dan KEPAI,sambutan-sambutan dari Ketupat,Ketum dan DPO,serta penyematan
ID Cart,lalu di tutup oleh pembacaan doa. Setelah selesai tak lupa kami satukan
tangan dan bersorak sukses agar apa yang kami harapkan terlaksana dengan baik.
Amin….
Setelah
upacara kami lanjutkan dengan makan bersama,karna tidak mungkin kami berangkat
dengan perut kosong,sebagai pemulih tenaga,nasi bungkus pun siap disantap
besama-sama di depan musholah kampus. Makan selesai prepare selesai,semua
selesai kami pun bergegas masuk kedalam mobil,tapi sayang….tak semua peserta
dan para pendamping bias ikut dalam mobil, sebab hanya satu mobil Avanza yang
tersedia,jadi sebagian dari kami harus rela menggunakan motor sebagai alat
transportasinya. Didalam mobil hanya mampu menampung empat peserta yaitu
(Kulad,Pengis,Lucet dan saya Suwek) dengan satu sopir (Pak Moul). Menurutku
kami beruntung berada dalam barisan mobil karna tidak merasakan sengatan
matahari kala itu. Sedangkan para pengguna motordi isi oleh
Mbelong-Tukul,Mas.Mules-Mb.Ciggem, Mz.Gragas-Suhat secara berpasangan. Para
baiker ini sangat bersemangat dan tak merasa resah akan medan yang akan mereka
lalui nanti. Pukul 08.50 kami semua berangkat beriringan. Sebelum lanjut
perjalan isi bensin dulu supaya nanti perjalan tidak banyak berhenti, setelah
mengisi bensin kami lanjutkan perjalan, kami berjalan melalui rute jember arah
selatan melewati,Kebonsari-Muktisari-Pakem-Mumbul-Kawang-Tempurejo-Ambulu-Andongrejo-Bandealit,
kemudian ambil jalur kiri lurus ikuti jalan kurang lebih 20-25km dengan laju
kendaraan yang normal saja karena daerah ini jalanan agak sedikit rusak dan
berlubang.
Jarak
dengan rute jember kota ini memakan waktu Jember-Tempurejo berjarak 25 km/1
jam,Tempurejo-Ambulu-Andongrejo 20 km/0,5 jam dan dari Andongrejo-Bandealit
hanya 14 km/1 jam. 10 km sebelum memasuki lokasi merupakan jalan makadam/biasa
di sebut jalan tanah berbatu. Karena dari sini kami mulai merasakan sensasi
kocokan perut yang dapat membuat perut mual,pusing bahkan jika tidak kuat seisi
perut akan di muntahkan,disinilah sensasi petualangan akan dimulai,seberapa
kuat kita menghadapi tantangan alam yang di sugukan sudah berada di depan mata.
Sepanjang perjalanan
kami tak bisa merasakan tidur dengan nyaman,bagaimana tidak sesekali kepala
kami terbentur kaca mobil dan tubuh seakan dilempar seperti saat kita menaiki
wahana di salah satu permainan. Itulah yang membuat kita merasa pusing dan mual
tapi syukurlah diantara kami ber-4 tidak ada yang mebuk kendaraan,jadi aman.
Mulai memasuki kawasan andongrejo sinyal Ponsel sudah tak biasa terjangkau,hati
sudah mulai sedikit resah dan sedikit setres karena untuk empat hari kedepan
kami tidak akan berkomunikasi dengan jejaring sosial apapun karna hanya
operator Ceriayang bejaya
disini,siap-siap jadi orang primitive sementara ujarku dalam hati,sembari
memperhatikan ponsel yang ku pegang,aku berfikir apa lagi yang bisa kami
lakukan dengan ponsel yang hanya berguna untuk memotret,melihat kalender dan
jam. Sembari tertawa,,,haa(bisa apa aku disini hanya kami dan alam,entah apa
yang akan terjadi nanti hanya kuasa tuhan yang dapat menolong)ujarku dalam hati
sembari memperhatikan indahnya alam yang di sugukan. Tapi aku tak pernah
menyesal datang kesini karna pesona akan keindahan yang tak pernah kunikmati di
tempat lain,aku sadar memang setiap tempat memiliki kesan dan ceritanya
masing-masing.
Yaa..entah ini apa,mungkin
karena terlalu ingin melihat banteng waktu itu,sekumpulan orang-orang yang
beristirahat di samping jalan dengan mengenakan kaos hitam dari kejauhan nampak
seperti sekawanan banteng,,,akupun berteriak,ada banteng-ada banteng ujarku
kepada teman-teman,saat mereka melihat dan bertanya diman?aku menjawab itu di
depan(menujukkan kearah orang-orang tadi)merekapun tertawa terbahak-bahak dan
akupun terheran,kenapa tertawa?mana ada banteng?ujar teman-teman,(itu
sekumpulan orang..)jika kau masih mengantuk dan pandanganmu sedikit terganggu
tidur saja jangan bicara yang tidak-tidak…haa dan akupun tersipu malu,kenapa
aku ini,dan kuputuskan untuk tidur kembali meski sedikit malu kala itu.
Tak
terasa pukul 11.10 berlalu dan kami sampai di pos (Desa Andongrejo
Kec.Tempurejo Kab.Jember/60 km arah selatan kota Jember ini dengan Koordinat
GPS 08.4847240 LS/113.7170330 BT/50MDPL. Kami turun dari mobil, rekan-rekan
yang lain pun sudah menunggu kami disini sembari beristirahat,karena kelahan
saat mereka berkendara dengan motor. Beberapa menit melepas lelah kami kami
mulai bergegas menurunkan Carier dari dalam mobil karena dari sini rute kami
Ngetran sampai di Camping Ground Bandealit. Setelah semua diturunkan kami
bersiap dengan Carier di punggung bandana di leher,seta kacamata melengkapi
acesories pemenuh perjalan kami menuju SDN ANDONGREJO 03,yang menjadi Sd
terdekat dan satu-satunya di sini. Perjalan pertama kami dimulai dengan
kegiatan PLH (Pendidikan Lingkungan Hidup) yang kami galangkan. Tujuannya agar
masyarat sadar akan alam dan lingkungan,untuk lebih menjaga dan
melestarikannya, program ini kami tekankan kepada murid-murid tingkat SD agar
lebih mudah pengaplikasiannya.
Sejauh mata memandang
masih tak nampak camp kami,haaa…jelas saja kami masih ada di plot ke dua,
dengan koordinat 08°28.268LS
113°44.114BT/ MDPL pada pukul 12.47 kami berjalan melewati jembatan yang
terbuat dari susunan kayu yang sewaktu-waktu dapat terbawa air jika
meluap,karena jembatan kayu ini semi permanen dan sebagian kayunya terlepas
dari paku, kami pun berhati-hati saat melewatinya. Tak aku sangka ketika
berjalan perlahan kakiku tersangkut di sela-sela kayu yang berlubang sehingga
aku nyaris terpereset,untungnya aku sempat berpegangan pada luced yang berada
di sampingku. Beruntunglah aku sempat terjatuh ujarku,karna dapat melihat
beragam tumbuhan dan hewan dari atas jembatan,seperti ikan,rumput gajah, boroco(tanaman
obat), setelah itu kami melanjutkan perjalanan kami,di sebrang jembatan kami
melihat hamparan tanaman jagung yang di tanam penduduk sekitar,sebagian lagi di
tanami dengan sayuran kacang-kacangan,kacang hijau dan buah naga di tepian
jalan. Serta kicauan burung juga terdengar,memper indah pandangan saat melihat
langit,seperti burung perkutut dan walet yang beterbangan, burung kutilang yang
bertengger serta kumbang,capung dan kupu-kupu yang hinggap di dahan.
Di sisi lain kita mulai
berjalan hampir mendekati plot tiga kami menemukan kebun jeruk bali, dan di
tepian jalannya banyak tanaman obat seperti pecut kuda, putri malu, pecikan
kebo, tembelekan,pokak dan ciplukan,bahkan kami sempat mengambilnya dan memakan
ciplukannya. Rasanya asam manis,karena masih sedikit muda. Dan pohon-pohon
besar peneduh di plot ini ada pohon waru. Saat kami berhenti sejenak dan
memperhatikan sekitar,nampak jeruk-jeruk bali yang berjatuhan, kami yang merasa
lelah dan membutuhkan energi waktu itu memutuskan untuk mengambilnya,
sebenarnya itu tidak boleh dilakukan karna kita tidak mempunyai ijin unuk itu,
namun setelah kami mulai berdiskusi kami mengambil dan membaginya dengan yang
lain. Jeruk
pun di belah menjadi beberapa bagian agar semua bisa mendapatkan bagiannya
masing-masing.Sembari menlanjukan perjalanan kami mulai memakannya bersama,
kami merasa sangat senang karna rasa haus sedikit berkurang dan energi
bertambah. Tak terasa kami mulai memasuki plot ke tiga.
Plot tiga dengan koordinat
08°28’548LS/113.43’713BT/23MDPL pada pukul 13.23 WIB.Di bidang jalan yang cukup lapang kami
beruntung dapat menjumpai pemandangan kepakan sayap elang terbang melintas,menjadi
pertunjukan tersendiri,bahkan kami juga dapat menjumpai burung pelatuk yang bertengger
di pohon(--) sedang mematuk-matukkan paruhnyadan trenggiling yang berlari untuk
bersembunyi dalam tanah karena takut akan kehadiran kami. kami lanjutkan
kembali berjalan,sesekali kami berhenti untuk mengamati suara-suara yang
terdengar,kami menoleh kea rah kiri,ketika suara bambu saling bersinggungan
nampak seekor lutung yang hendak berpindah ke dahan pohon mindi di sebelahnya.
Lutung itu nampak besar dengan bulu hitam yang menawan,tak ayal membuat kami
terperangak melihatnya. Tak lama kami lanjutkan kembali berjalan,sudah mulai
melelahkan dan rasanya ingin cepat sampai, tapi dengan adanya hewan-hewan yang
tiba-tiba muncul membuat kami makin penasaran untuk lebih sering melihat
kawanan-kawanan yang lain. Untuk yang kesekian kalinya kami melihat kera
abu-abu….mereka nampak berlari bersama-sama entah mau berpindah tempat atau
sedang mencari makanan.Yang membuat unik salah satu dari kera itu sedang
menggendok kera kecil, itu terlihat sangat lucu membuat kami semua tertawa. Tak
hanya itu suara burung(keskes) dan (guk) menambah cerita di perjalan ini,
kesannya seperti benar-benar di dalam hutan.
Pyuur….pyur….suara deburan ombak bersaut-sautan mulai nampak
terdengar,aroma pantai juga mulai tercium,itu tandanya kami sudah hampir dekat
dengan camp dan mulai meninggalkan jalanan perkampungan,di sisi jalan nampak
pohon-pohon peneduh jalan seperti pohon bungur,randu dan beberapa pohon besar
lain. Sayang disisi sebelah kiri kami melihat plang bertuliskan Green House
Anggrek yang mulai tak terawat lagi keadaannya,sungguh ironi melihat keadaan
itu. Dijalan ini mulai nampak tanah berpasir dan padang ilalang, tak sengaja
kami di kagetkan dengan adanya ayam hutan yang terbang saat melihat
kami,mungkin ayam itu kaget karna kami tiba-tiba muncul di dekatnya.
Hahaha…..akhirnya aku sampai,ujarku berteriak dan lari
kearah camp,saking senangnya sampai Carier di punggung tak terasa beratnya,
menghela nafas sejenak sembari tidur terlentang di tenda yang sudah di
persiapkan panitia,tepat pukul 14.23 kami sampai disini. Setelah cukup
beristirahat kami mulai mempersiapkan makan,kami para perempuan mulai membantu
panitia memasak. Sementara para laki-laki pergi ke muara pantai untuk
memancing, setelah membantu memasak aku dan luced juga turut ikut serta ke
muara untuk melihat-lihat kondisi sekitar pantai dan tak lupa selfie bersama
mengabadikan momen,heeee….
Untuk kelompok pertama(Mbelong,Kolad,dan aku)mendapatkan
bagian Poin Count dulu, dengan pendamping Handoyo(Mz.Ganyong)sedangkan kelompok
dua(Suhat,Tukul,Pengis,dan Luced)menggunakan metode Transek Line dengan
pendamping Rohim(Mz.Ngetter). Kami mulai menjalankan tugas masing-masing.
Kelompok pertama memulai perjalanan ke arah hutan pantai arah utara camp tepat
pada posisi kami berdiri dengan koordinat 08°28.871’LS/113°42.660BT/
20MDPL,kami mulai memperhatikan burung-burung yang melintas di atas kami,aku
bertugas sebagai Notulen,Kolad pengamat menggunakan Binokuler,Mbelong pengamat
dengan mata telanjanang,tapi karna di kelompok kami ada dua binokuler jadi
sesekali Mbelong menggunakan nya untuk mempertegas pandangan. Setelah 30 mnt
kami melakukan pengamatan dan mendapat data yang yang di inginkan,sesuai dengan
waktu yang telah di tentukan,kami bergegas untuk kembali ke camp dan
melanjutkan membantu panitia memasak,sembari menunggu teman-teman dari kelompok
dua.
Kini senja mulai menyapa kami,para nelayan mulai
meninggalkan pantai,dan kami mulai menata makanan sebagai santap sore,semua
sudah siap untuk makan bersama. Menggelar beberapa kertas minyak untuk alas
makan dan menuangkan nasi,serta lauk pauk diatasnya, dengan sunset di ufuk
barat menambah indah kebersamaan kami di sore ini. Setelah makan kami menyipkan
diri untuk shalat magrib,dengan dilanjutkan persiapan efaluasi kegiatan
seharian ini. Kami mulai menyusun data-data yang sudah kami tulis tadi dan
mulai berfikir akan lima judul yang akan kami setorkan beserta interpretasi
yang kami sampaikan. Tetot….± pukul 19.23 kami di panggil untuk berkumpul
bersama panitia didepan dum,kami pun mulai duduk melingkari api unggun yang
menghangatkan badan. Disini kami mulai di mintai pertanggung jawaban selama
seharian tadi,kami mulai dikeritik dan di berikan arahan setelah memaparkan
data-data yang kami peroleh. Setelah cukup lama breafing dan efaluasi
berlangsung kami di beri tambahan tugas untuk memasak, mempersiapkan sendiri
makanan untuk kami dan semua panitia.Yah…cukup melelahkan bagi kami.Breafing
selesai pukul 22.00 dan kami di haruskan untuk tidur agar besok bisa bangun
pagi dan mulai memasak.
Jumat,29 mei 2015 ± pukul 05.25 aku,Luced dan Pengis mulai
bangun dan menyiapkan beras untuk dimasak serta sayuran dan lauk-pauk. Pukul
06.00 masak-memasak masih belum usai jadi SC menyuruh kami untuk meninggalkan
dan menitipkan kepada mb.cigem agar nanti sewaktu nasi manatang akan di matikan
kompornya dan melanjutkan memasak seusai kegiatan. Pagi ini kegiatan PB yang
ke-2 karena kemarin metodenya belum selesai.PB kali ini kelompok pertama
menggunakan metode Transek Line dan metode Point count untuk kelompok dua.
Kelompok kedua dengan pendamping(mz.ganyong)menuju tempat kami kemarin dan
kelompok pertama(kami) menuju kearah pantai dengan
pendamping(mz.ngetter),setelah sedikit pengarahan dan berdoa bersama pukul
06.13 kami berangkat. Berjalan kearah pantai dengan koordinat
08°29.078’LS/113°42.799BT/14MDPL kami mulai memijakkan kaki di pasir
pantai,permukaan pasir yang kering membuat langkah menjadi sangat pelan dan
berat,sesekali ombak menghampiri langkah kami,dari kejauhan nampak burung-burung
terbang tinggi, sesekali langkah kami terhenti saat memperhatikan burung-burung
itu,dan memotren momen kita bersama.Tugas masing-masing dari kami tetap seperti
pengamatan PB kemarin.Setelah cukup lama langkah kaki makin jauh dari camp dan kami
putuskan untuk kembali karena waktu pengamatan juga sudah usai.
Kami mulai menuju camp,sesampainya di camp kami mulai
melanjutkan aktifitas memasak,selang waktu cukup lama masakan sudah siap,kami
mulai makan bersama,dan setelah itu kami lanjutkan untuk bersiap-siap melakukan
aktifitas ke empat yaitu ANVEG(Analisa Vegetasi)sebelum berangkat kami
menyapkan meteran,talirafia,kompas,gunting,GPS,dan ATK.
Seperti biasa sebelum berangkat kami diberi arahan dan
lanjut berdoa. Doa selesai kami berangkat menuju hutan yang mengarah ke
pantai,materi ini menggunakan tiga metode. Metode pertama yang kelompok kami
lakukan yaitu:Garis berpetak,pada pukul 08.30-11.00 WIB dengan koordinat
08°54.218’LS/113°38.821/16MDPL kami mulai membagi tugas,mbelong mengamati
pohon,sedang aku dan Kolad sepling,seding dan poles. Setelah selesai kami mulai
mencopot tali-tali rafia yang masih terikat di pohon dan merapikannya,karena
kami akan menuju ke tempat dua di tempat ke dua (Petak ganda) dengan koordinat
08°.36.893’LS/113°.50.779’/18MDPLpada pukul 11.02-11.58 WIB kami mulai mengukur
dan menalikan rafia di pohon,kemudian kami mulai mengukur dan menghitungnya.
Akhirnya tak butuh waktu lama kami selesaikan dan lanjut ke metode tiga
(Kuadrann) dengan koordinat 08°272’.683’LS/113°40.388’/16MDPL pada pukul
12.00-12.36 WIB,seperti yang sudah-sudah kami bergegas menali ke pohon setelah
menembak, semua sudah siap kami mulai mengukur dan menghitungnya.
Huuf…..akhirnya selesai juga setelah sekian lama
mengerjakannya,rasa haus dan lapar sudah mulai terasa,setelah selesai membereskan
sisa-sisa rafia,kami kembali ke camp untuk melanjutkan memasak.Masak-masak……lapar
sudah melanda namun tak kunjung usai. Aaagh..kasian sekali perut ini,akhirnya
masakan siap dan kami mulai menyantapnya. Tenaga sudah terisi waktunya badan di
bersihkan sebelum lanjt kegiatan berikutnya. Siang itu matahari terik sekali
hingga membuatku harus mandi lagi,aku merasa badan ini sudah bau,jelas saja
baju PDL ini kami gunakan setiap berkegiatan. Mandi sudah,shalat sudah lanjut
ke persiapan selanjutnya yaitu pencarian jejak untuk Plasterkes.Pukul 14.35 WIB
kami berjalan beriringan dengan kelompok dua dan pendamping. Kami berjalan
menuju pemukiman,kemudian berbelok arah ke goa jepang. Lama berjalan sembari
melihat ke semak-semak,membuka tumpukan daun yang menghalangi tanah,tapi tak
satupun jejak yang kami peroleh,akhirnya pendamping putuskan untuk turun dan
pergi ke tempat lain.
Kini perjalanan dilakukan dengan kelompok
masing-masing,kelompok kami pergi ke arah utara memasuki jalan pekarangan
jagung bersama Mz.Ngetter(pendamping),dan kelompok dua kea rah timur bersama Mz.Ganyong(pendamping).
Kami berjalan perlahan karna mulai lelah bagaimana tidak baru saja turun dari
bukit Goa Jepang,sekarang malah berjalan cukup jauh dan mulai menaiki bukit
yang di tanami dengan jagung, dengan terboyong-boyong aku dan Mbelong membawa
sekantong kresek merah yang berisi gypsum,pralatan dan buku,sedangkan kolad
membawa satu jurugen air. Sungguh penuh perjuangan,badan mulai gatal-gatal
ketika tergores bulu-bulu halus jagung itu. Piugh….akhirnya sampai
juga,sayangnya kami tak menemukan apa-apa. Kamudian kami lanjutkan kembali
menyisiri jalanan,akhirnya kami dapat satu jejak babi, namun sayang kondisinya
tak memungkinkan untuk melakukan plesterkes,jejak itu sudah sangat kering dan
tanahnya mulai retak-retak. Tak berhenti sampai disitu,penemuan jejak itu
membuuat titik terang akan adanya jejak-jejak lain yang mungkin akan terlihat.
Kami mulai bangkit dan melanjutkan langkah kami,di atas bukit nampak kelompok
dua dari kejauhan,pendamping mulai berkomunikasi dari kejauhan,seraya memberi
tau penemuan pertama kami.
Pendamping menyuruh kami untuk turun mendekati kelompok
kedua karena,sudah semakin sore dan kami semua belum memperoleh apa-apa,kamipun
bergegas turun bergantian, namun sayang pendaratanku tak semulus
teman-teman,akhirnya aku tersungkur jatuh kearah jagung-jagung,hingga tak
sengaja mematahkannya. Melihatku seperti itu mereka terlihat tertawa bahagia,
kini badanku makin remuk rasanya.Dua jam lebih berlalu kami masih belum
mendapat apapun,hingga pendamping menyuruh kami untuk mencarinya kea rah
pantai. Kami mengikuti himbauannya,memutar arah kembali menuju pantai dekat
camp. Saat mulai dekat dengan camp kelompok pertama memutuskan untuk tidak
kesana melainkan pergi kearah jalan dekat green hous,kami mulai berjalan
menunduk,tak disangka banyak sekali jejak yang kami temukan,meski tak begitu
sempurna,ini yang membuat kami makin tertarik untuk terus mencari,sebab kami pikir
kalau akan rugi hari ini kembali ke camp tampa membawa apa-apa. Tanda-tanda
keberadaan akan hewan makin banyak muncul,tak ayal dari kotoran hewan yang kami
temukan. Sesekali menunduk kami temukan jejak babi,kera. Lebih jauh berjalan
kami temukan jejak kaki yang kami yakini itu banteng.
Kami mulai membersihkan jejak itu dengan sikat gigi
mengukurnya dan membuatkan pembatas untuk tepiannya,semua siap kini adonan
gipsung kami tuangkan. Jejaknya sudah bagus tapi kami tak yakin hasilnya akan
bagus,karena saat penuangan gipsum,adonan itu tidak sesuai dengan yang pernah
di contohkan,setengah jam menunggu gipsun tak kunjung kering,hari sudah mulai
gelap,kami bingung harus bagaimana,membiarkannya atau menungguinya. Tak sabar
menunggu kami coba mencongkelnya dengan parang,ternyata pecah gipsung masih
sedikit basah dan plasterkes pertama kami gagal,sehingga kami memutuskan untuk
meniggalkannya dan melanjutkan esok hari. Cukup sedih karna baju,celana dan
tangan sudah kotor,tapi kembali ke camp dengan tangan kosong.Sesampainya di
camp aku mulai membersihkan badanku dan bersiap untuk shalat magrib.
Tiba-tiba terdengan suara motor yang nyaring mendekat kearah
kami,dari balik tenda aku melihat ternyata para senior dan DPO kami yang
datang,haha….kami mulai resah karna nanti akan lebih banyak orang yang bertanya
pada kami saat breafing dan efaluasi. Bergegas kami mengisi data-data yang
belum terlengkapi. Kedatangan Mas.Kelly,Ramok,Bolot,Bussdan mb.kennyek cukup
membantu kami memasak makan malam.hehehehehe……
Kali ini memasak cukup lama rasanya,hingga perut kami terasa
sangat lapar,hingga pukul 19.30 tak kunjung selesai. Akhirnya di putuskan untuk
breafing dan efaluasi terlebih dahulu. Breafing dan efaluasi berlangsung cukup
seru,tapi tiba-tiba pengis kesurupan,meski demikian acara tetap berlangsung
karena sebagian saja yang menangani. Cukup lama efaluasi kali ini hingga ±
pukul 12.00 kami sudah mulai mengantuk,padhal besok masih berkegiatan,setelah
berunding,akhirnya panitia menganjurkan kami untuk beristirahat. Tapi tak semua
langsung tidur karna untuk menyiasati memasakagar esok paginya bisa
mengefisienkan waktu kami putuskan dua orang untuk memasak nasi sebelum tidur.
Sabtu pukul 05.00 kami di bangunkan,kami mulai menyiapkan
sayuran dan lauk-pauk serta 1 nesting nasi sebagai tambahan. Setelah makan
usai,sekitar pukul 06.30 kami mulai melanjutkan kegiatan plasterkes dan
herbarium karena hari ini,hari terakhir kami disini. Kami mulai berjalan ke
arah wisma dekat muara barat,nampak banyak sekali jejak disana namun sayang karna
sudah mulai siang jadi air mulai pasang dan kelompok kami tidak dapat membuat
plaster cast,akhirnya setelah itu kami putuskan untuk kembali ke tempat kemari
dimana kami menemukan jejak banteng itu. Kelompok dua tetap di sana namun kami
pergi meninggalkan muara dan pergi mengambil plasterkes disana. Setelah di ukur
kami mulai membuat dengan harti-hati agar tidak seperti kemarin,disini kami
mendapatkan dua jejak yang bis di bawa pulang. Sembari menunggu gipsung kering
kami memanfaatkan waktu untuk mencari herbarium, setelah kering kami mulai
bergegas kembali ke camp.
Cukup lama kami di camp membuat herbarium yang akan di bawa
pulang,sambil menunggu kelompok dua yang belum selesai karena gipsumnya tak
bisa cepat kering. Setelah cukup lama mereka datang,dan meneruskan herbarium
seperti kami. akhirnya semua selesai, kami bisa mandi dan bersiap untuk
membersihkan linkungan bekas kami tempati,karena siang ini kami harus kembali
ke jember.
Siang ini setelah semua beres kami lanjutkan untuk tugas
terakhir yang di teruskan untuk pulang. Tugas terakhir yaitu ANSOSKOMSOS kami
mulai mendatangi rumah warga sesuai dengan tempat yang sudah di tentukan,
sayangnya waktu itu aku tidak bisa melakukan tugasku di rumah bpk.Agus Ponari
karena beliu sedang tidak berada dirumahnya, sehingga aku memutuskan untuk
melakukannya dirumah bpk.Sadikan yang letaknya tidak jauh dari tempat tujuanku.
Setelah selesai kami melanjutkan perjalanan dan berkumpul di satu-satunya
masjid yang ada di sana. Setelah semua berkumpul kami melanjutkan perjalanan menuju
SD Andongrejo 03. Sayang siang itu cuaca buruk,rintik hujan mulai membasahi
kami secara perlahan,tak disangka tiba-tiba hujan besar yang menghampiri,kami
bertiga berjalan di belakang(aku,luced,suhat)sementara teman-teman yang lain
sudah tak nampak terlihat,mereka ber empat berjalan dengan sangat cepat.
Setelah mengganti baju di warung depan SD kami memaksakan
untuk pulang meski hujan lebat,semua Carier sudah di masukkan dan kami mulai
berangkat. Hujan lebat membuat pandangan sedikit terganggu,bahkan malam itu
pohon tumbang membuat perjalanan kami sedikit terhenti. Kami mulai resah,tapi
untunglah teman-teman dapat mengatasinya,jadi perjalanan dapat di
lanjutkan,akhirnya kami sampai di bawah dengan selamat,dan beristirahat sejenak
di posko. Cukup lama kami beristirahat di sana,tiba-tiba seseorang mulai
menghampiri kami dan memberikan informasi bahwa ada carier kami yang tertinggal
di dekat pohon tumbang tadi. Kami bingung,lalu membuka bagasi mobil dan
mengecek jumlah Carier yang ada untuk memastikan itu milik kami atau
bukan,setelah di cek ternyata benar,satu carier takada,akhinya setelah
berunding ketum semua memutuskan untuk pergi ke tempat tadi dan mengambilnya.
Kami menunggu hingga larut enam orang sudah mulai kembali
untuk yang kedua kalinya namun tidak ada harapan,carier itu tak bisa mereka
temukan. Kami mulai berdiskusi dan memberikan identisas pada posko agar jika
sewaktu-waktu di temukan bisa menghubungi kami langsung. Karena sudah malam
kami putuskan untuk pulang,pukul 22.10 kami sampai di kampus dan mulai
menurunkan barang-barang,setelah itu kami melakukan upacara penutupan sebelum
efaluasi dimulai. Upacara selesai,kini di lanjutkan dengan efaluasi yang
berlangsung hingga pukul 02.30 WIB.
Oleh Risqiatul Laila Safitri (Suwek)









Komentar
Posting Komentar