Aplikasi I di Badealit


Kami para AM ( Anggota Muda) satu rasa satu tujuan,berjuang bersama hadapi tantangan beranggotakan tuju orang.
·         Imam Baichaki                         (Kolat)
·         Moch.Imron                            (Mbelong)
·         Risqiatul Laila S.                     (Suwek)
·         Fitriawati                                 (Pengis)
·         Suci Hardianti                         (Luced)
·         Usman Bin Affan                   (Tukul)
·         Yongky                                   (Suhat)
Para pendamping
·         Basofi                                      (Solar)
·         Handoyo                                 (Ganyong)
·         Tammamuddin                        (Mules)
·         Widadi                                    (Gragas)
·         Abdurrohim                            (Ngetter)
·         Lulus Indah                             (Ciggem)
·         Widi Bachtiar                          (Kelly)
·         Yus Bhenny S                         (Ramok)
·         Dawud Efendi                                    (Bolot)
·         Bustanul Arifin                       (Bus)
·         Oulyl Nur F.                            (kenyek)
Ini bukan sekedar mimpi kawan…
Kami tidak menyangka dapat melewatinya, diklat ruang yang diadakan enam hari lalu mulai tagal 22 mei 24 Mei 2015 kemarnin sudah usai dan kini,kami akan melakukan diklat lapang Aplikasi 1 di TNMB tepatnya di Bandialit yang terletak di desa andongrejo. Tak pernah terbayangkan kami akan kesana bersama-sama,karna banyak hal yang membuat kami ragu sebelumnya untuk berangkat…
Kami ber-7 para pejuang,penakluk tantangan Aplikasi 1 yang siap menjalankan tugas akan berangkat 28 mei 2015 hingga 30 mei 2015. Semoga pengorbanan akan waktu dan tenaga kami ini tidak sia-sia demi tercapainya kelancaran tugas utama kami sebelum naik kelas menjadi AB (Anggota Biasa) dan sebelum nantinya menjadi pengurus di UKM HIMACITA IKIP PGRI ini.
Hari inikamis,28 Mei 2015 menjadi bukti, dimana kami berangkat menuju tempat tujuan.Pagi ini pukul 05.00 kami bangun dan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan mulai bersiap sebelum acara pemberangkatan.Kini badan terasa bersemangat dan sangatantusias,semua orang sudah mulai sibuk dengan carier mereka masing-masing,sebelum berangkat kamipun tak lupa menceklist barang-barang bawaan kami, hal itu kami lakukan untuk mengurangi hal-hal buruk yang kemungkinan terjadi nantinya. Setelah semua selesai menceklis barang masing-masing dilanjutkan menceklist barang-barang dan perlengkapan panitia, karena sudah menjadi tanggung jawab kami sebagai panitia sekaligus peserta.
 Beberapamenit kemudian semua telah selesai dicekli dan readi kami memasukkannya kedalam bagasi mobil.Setelah lama menunggu para senior-senior bersiap, mobil pinjaman pihak Lembaga akhirnyadatang,kamipun bergegas untuk menggendong Carier kami dari secret dan membawanya menuju halaman depan IKIP dimana mobil itu terparkir. Semua berada di halaman dan mulai memasukkan carier, barang-barang konsumsi, perlengkapan memasak, bahkan alat pancing tak ketinggalan ikut dalam daftar ceklist barang, semua telah naik kedalam mobil dan tersusun rapi, tinggal menunggu kami naik dan mobil akan melaju kencang mengantarkan kami, tapi tunggu dulu itu terlalu cepat.hehehe….
Kita atur barisan dulu yaa…untuk persiapan Upacara sebelum pemberangkatan. Pukul 07.00 Upacara berlangsung tertib dan hikmat meski sederhana di lakukan di depan kampus, di area parkir depan,karna kebetulan saat itu ruang Audutorium di gunakan. Meski dilakukan di pelataran kampus,itu tak menyurutkan niat kami,upacara tetap berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan susunan acara yang sudah di buat. Pertama pembukaan,menyanyikan lagu Idonesia Raya,pembacaan IKRAR dan KEPAI,sambutan-sambutan dari Ketupat,Ketum dan DPO,serta penyematan ID Cart,lalu di tutup oleh pembacaan doa. Setelah selesai tak lupa kami satukan tangan dan bersorak sukses agar apa yang kami harapkan terlaksana dengan baik. Amin….
Setelah upacara kami lanjutkan dengan makan bersama,karna tidak mungkin kami berangkat dengan perut kosong,sebagai pemulih tenaga,nasi bungkus pun siap disantap besama-sama di depan musholah kampus. Makan selesai prepare selesai,semua selesai kami pun bergegas masuk kedalam mobil,tapi sayang….tak semua peserta dan para pendamping bias ikut dalam mobil, sebab hanya satu mobil Avanza yang tersedia,jadi sebagian dari kami harus rela menggunakan motor sebagai alat transportasinya. Didalam mobil hanya mampu menampung empat peserta yaitu (Kulad,Pengis,Lucet dan saya Suwek) dengan satu sopir (Pak Moul). Menurutku kami beruntung berada dalam barisan mobil karna tidak merasakan sengatan matahari kala itu. Sedangkan para pengguna motordi isi oleh Mbelong-Tukul,Mas.Mules-Mb.Ciggem, Mz.Gragas-Suhat secara berpasangan. Para baiker ini sangat bersemangat dan tak merasa resah akan medan yang akan mereka lalui nanti. Pukul 08.50 kami semua berangkat beriringan. Sebelum lanjut perjalan isi bensin dulu supaya nanti perjalan tidak banyak berhenti, setelah mengisi bensin kami lanjutkan perjalan, kami berjalan melalui rute jember arah selatan melewati,Kebonsari-Muktisari-Pakem-Mumbul-Kawang-Tempurejo-Ambulu-Andongrejo-Bandealit, kemudian ambil jalur kiri lurus ikuti jalan kurang lebih 20-25km dengan laju kendaraan yang normal saja karena daerah ini jalanan agak sedikit rusak dan berlubang.
Jarak dengan rute jember kota ini memakan waktu Jember-Tempurejo berjarak 25 km/1 jam,Tempurejo-Ambulu-Andongrejo 20 km/0,5 jam dan dari Andongrejo-Bandealit hanya 14 km/1 jam. 10 km sebelum memasuki lokasi merupakan jalan makadam/biasa di sebut jalan tanah berbatu. Karena dari sini kami mulai merasakan sensasi kocokan perut yang dapat membuat perut mual,pusing bahkan jika tidak kuat seisi perut akan di muntahkan,disinilah sensasi petualangan akan dimulai,seberapa kuat kita menghadapi tantangan alam yang di sugukan sudah berada di depan mata.

 
     Sepanjang perjalanan kami tak bisa merasakan tidur dengan nyaman,bagaimana tidak sesekali kepala kami terbentur kaca mobil dan tubuh seakan dilempar seperti saat kita menaiki wahana di salah satu permainan. Itulah yang membuat kita merasa pusing dan mual tapi syukurlah diantara kami ber-4 tidak ada yang mebuk kendaraan,jadi aman. Mulai memasuki kawasan andongrejo sinyal Ponsel sudah tak biasa terjangkau,hati sudah mulai sedikit resah dan sedikit setres karena untuk empat hari kedepan kami tidak akan berkomunikasi dengan jejaring sosial apapun karna hanya operator Ceriayang bejaya disini,siap-siap jadi orang primitive sementara ujarku dalam hati,sembari memperhatikan ponsel yang ku pegang,aku berfikir apa lagi yang bisa kami lakukan dengan ponsel yang hanya berguna untuk memotret,melihat kalender dan jam. Sembari tertawa,,,haa(bisa apa aku disini hanya kami dan alam,entah apa yang akan terjadi nanti hanya kuasa tuhan yang dapat menolong)ujarku dalam hati sembari memperhatikan indahnya alam yang di sugukan. Tapi aku tak pernah menyesal datang kesini karna pesona akan keindahan yang tak pernah kunikmati di tempat lain,aku sadar memang setiap tempat memiliki kesan dan ceritanya masing-masing.
 
 Disepanjang jalan kami memperhatikan beragam flora dan fauna yang indah.Nuansa hijau hutan alami yang disugukan, dan sesekali kera ekor panjang dan lutung melompat kesana kemari di dahan yang cukup tinggi serta kicauan burungdan  kupu-kupu yang menari, menemani perjalan,membuat kami tidak merasa bosan di dalam mobil. Beruntunglah kami hari ini dapat menyaksikan itu semua membuat dercak kagum akan ciptaan Tuhan YME. Yang cukup menarik adalah ketika kami melihat papan peringatan adanya macan tutul dan bunga Rafles disana,sayangnya kami tak dapat menjumpai/melihat penampakannya,dan menurut penduduk sekitar macan tutul sudah tidak pernah di temukan keberadaannya.
Yaa..entah ini apa,mungkin karena terlalu ingin melihat banteng waktu itu,sekumpulan orang-orang yang beristirahat di samping jalan dengan mengenakan kaos hitam dari kejauhan nampak seperti sekawanan banteng,,,akupun berteriak,ada banteng-ada banteng ujarku kepada teman-teman,saat mereka melihat dan bertanya diman?aku menjawab itu di depan(menujukkan kearah orang-orang tadi)merekapun tertawa terbahak-bahak dan akupun terheran,kenapa tertawa?mana ada banteng?ujar teman-teman,(itu sekumpulan orang..)jika kau masih mengantuk dan pandanganmu sedikit terganggu tidur saja jangan bicara yang tidak-tidak…haa dan akupun tersipu malu,kenapa aku ini,dan kuputuskan untuk tidur kembali meski sedikit malu kala itu.
        Tak terasa pukul 11.10 berlalu dan kami sampai di pos (Desa Andongrejo Kec.Tempurejo Kab.Jember/60 km arah selatan kota Jember ini dengan Koordinat GPS 08.4847240 LS/113.7170330 BT/50MDPL. Kami turun dari mobil, rekan-rekan yang lain pun sudah menunggu kami disini sembari beristirahat,karena kelahan saat mereka berkendara dengan motor. Beberapa menit melepas lelah kami kami mulai bergegas menurunkan Carier dari dalam mobil karena dari sini rute kami Ngetran sampai di Camping Ground Bandealit. Setelah semua diturunkan kami bersiap dengan Carier di punggung bandana di leher,seta kacamata melengkapi acesories pemenuh perjalan kami menuju SDN ANDONGREJO 03,yang menjadi Sd terdekat dan satu-satunya di sini. Perjalan pertama kami dimulai dengan kegiatan PLH (Pendidikan Lingkungan Hidup) yang kami galangkan. Tujuannya agar masyarat sadar akan alam dan lingkungan,untuk lebih menjaga dan melestarikannya, program ini kami tekankan kepada murid-murid tingkat SD agar lebih mudah pengaplikasiannya.



 
 Siang itu pukul 11.30 kami para peserta memulai kegiatan PLH,kami yang terbagi dalam dua kelompok kecil, memulai penyuluhan di kelas 4 dan 5. Kelompok pertama memberikan materi di kelas 4 dengan tema Sampah(Kulad),Tumbuhan(Mbelong),Udara(Suwek) dengan pendamping Mz.Ganyong dan di kelas 5 ada Hewan(Pengis),Ekologi(Suhat),Rantai Makanan(Luced) dan Air(Tukul)dengan pendamping Mb.Ciggem. Kami menerangkan tema-tema tersebut secara beurutan dan bergantian. Saat menerangkan mereka sangat antusias dan bersemangat mendengarkan apa yang kami sampaikan,kami juga mencoba untuk berinteraksi langsung dengan mereka. Setelah semua usai memberikan pengarahan kami mulai bersiap untuk berpamitan kepada para murid dan guru-guru disana,setelah itu kami berfoto bersama dan bersalaman untuk pamit meninggalkan sekolah.
 
 Pukul 12.11 sudah terlewat kami mulai menuju warung terdekat setelah melakukan aktifitas pertama (PLH),di warung depan SD kami membeli makanan dan minuman serta beristirahat sejenak, setelah semua selesai menyantap makanan yang di sediakan kami mulai bersiap untuk melanjutkan aktifitas selanjutnya. Sebelum berangkat kami mulai menggendong Carier kami masing-masing serta mempersiapkan ATK dan GPS(Global Posositioning System),setelah semua siap dengan breafing yang di berikan ,tak lupa kami berdoa agar selalu di lindungi Tuhan.Kami pun melanjutkan perjalanan menuju hutan pantai bandealit pukul 12.30.
 
 Perjalan di bagi menjadi empat plot,dan tugas kedua kami ini adalah mengamati Flora dan Fauna yang ada di tiap-tiap plot tersebut. Plot pertama dengan koordinat 08°28.11.113°BT 44.250 / 50 MDPL pada pukul 12.30 kami mulai berjalan dan melakukan pengamatan,di plot satu kami banyak menjumpai beragam flora dan fauna yang cukup familier karena sebagian tanaman ditanam oleh penduduk sekitar seperti pohon pisang, singkong, kunyit, sirsat, jahe, manga, jambu, kopi,dan tumbuhan yang berfungsi sebagai peneduh jalan kami seperti, pohon mindi, palem, lamtoro, bamboo, kelapa, sendola, untuk tanaman obatnya kami menemukan tanaman ajeran, anting-anting, baru cina, sedangkan untuk hewan kami menemukan burung kutilang, kupu-kupu. Setelah cukup lama kami berjalan kami mulai merasa lelah,akhirnya kami putuskan untuk beristirahat sejenak di pinggir jalan,tak sengaja kami melihat hal yang unik,dimana seekor laba-laba besar sedang merajut rumahnya dan membungkus mangsa dengan sangat rapi. Setelah kami merasa cukup, perjalana kami lanjutkan kembali.
Sejauh mata memandang masih tak nampak camp kami,haaa…jelas saja kami masih ada di plot ke dua, dengan koordinat  08°28.268LS 113°44.114BT/ MDPL pada pukul 12.47 kami berjalan melewati jembatan yang terbuat dari susunan kayu yang sewaktu-waktu dapat terbawa air jika meluap,karena jembatan kayu ini semi permanen dan sebagian kayunya terlepas dari paku, kami pun berhati-hati saat melewatinya. Tak aku sangka ketika berjalan perlahan kakiku tersangkut di sela-sela kayu yang berlubang sehingga aku nyaris terpereset,untungnya aku sempat berpegangan pada luced yang berada di sampingku. Beruntunglah aku sempat terjatuh ujarku,karna dapat melihat beragam tumbuhan dan hewan dari atas jembatan,seperti ikan,rumput gajah, boroco(tanaman obat), setelah itu kami melanjutkan perjalanan kami,di sebrang jembatan kami melihat hamparan tanaman jagung yang di tanam penduduk sekitar,sebagian lagi di tanami dengan sayuran kacang-kacangan,kacang hijau dan buah naga di tepian jalan. Serta kicauan burung juga terdengar,memper indah pandangan saat melihat langit,seperti burung perkutut dan walet yang beterbangan, burung kutilang yang bertengger serta kumbang,capung dan kupu-kupu yang hinggap di dahan.
Di sisi lain kita mulai berjalan hampir mendekati plot tiga kami menemukan kebun jeruk bali, dan di tepian jalannya banyak tanaman obat seperti pecut kuda, putri malu, pecikan kebo, tembelekan,pokak dan ciplukan,bahkan kami sempat mengambilnya dan memakan ciplukannya. Rasanya asam manis,karena masih sedikit muda. Dan pohon-pohon besar peneduh di plot ini ada pohon waru. Saat kami berhenti sejenak dan memperhatikan sekitar,nampak jeruk-jeruk bali yang berjatuhan, kami yang merasa lelah dan membutuhkan energi waktu itu memutuskan untuk mengambilnya, sebenarnya itu tidak boleh dilakukan karna kita tidak mempunyai ijin unuk itu, namun setelah kami mulai berdiskusi kami mengambil dan membaginya dengan yang lain. Jeruk pun di belah menjadi beberapa bagian agar semua bisa mendapatkan bagiannya masing-masing.Sembari menlanjukan perjalanan kami mulai memakannya bersama, kami merasa sangat senang karna rasa haus sedikit berkurang dan energi bertambah. Tak terasa kami mulai memasuki plot ke tiga.
Plot tiga dengan koordinat 08°28’548LS/113.43’713BT/23MDPL pada pukul 13.23 WIB.Di bidang jalan yang cukup lapang kami beruntung dapat menjumpai pemandangan kepakan sayap elang terbang melintas,menjadi pertunjukan tersendiri,bahkan kami juga dapat menjumpai burung pelatuk yang bertengger di pohon(--) sedang mematuk-matukkan paruhnyadan trenggiling yang berlari untuk bersembunyi dalam tanah karena takut akan kehadiran kami. kami lanjutkan kembali berjalan,sesekali kami berhenti untuk mengamati suara-suara yang terdengar,kami menoleh kea rah kiri,ketika suara bambu saling bersinggungan nampak seekor lutung yang hendak berpindah ke dahan pohon mindi di sebelahnya. Lutung itu nampak besar dengan bulu hitam yang menawan,tak ayal membuat kami terperangak melihatnya. Tak lama kami lanjutkan kembali berjalan,sudah mulai melelahkan dan rasanya ingin cepat sampai, tapi dengan adanya hewan-hewan yang tiba-tiba muncul membuat kami makin penasaran untuk lebih sering melihat kawanan-kawanan yang lain. Untuk yang kesekian kalinya kami melihat kera abu-abu….mereka nampak berlari bersama-sama entah mau berpindah tempat atau sedang mencari makanan.Yang membuat unik salah satu dari kera itu sedang menggendok kera kecil, itu terlihat sangat lucu membuat kami semua tertawa. Tak hanya itu suara burung(keskes) dan (guk) menambah cerita di perjalan ini, kesannya seperti benar-benar di dalam hutan.
 
 Tak disangka akhirnya sampai di plot trakhir yaitu plot empat dengan koordinat 08°28’747LS/113.43’433BT/36MDPL pada pukul 13.59 kami merasa cukup senang karana camp sudah di depan mata,akhirnya kami putuskan untuk mempercepat langkah kami,di plot empat ini yang nampak berbeda karena tumbuhan yang tumbuh disini kebanyakan tanaman yang di tanam oleh penduduk sekitar,karena sudah mulai dekat dengan pemukiman/perkampungan. Disini kami menjumpai satu-satunya musholah terdekat kampung bandealit(Musholah Baitul Amin)yang letaknya sebelum Resot. Kampung bandealit ini biasanya di sebut sebagai daerah hutan pantai,karena letaknya yang dekat dengan pantai. Mulai memasuki Resot bandealit kami melihat gambar-gambar satwa yang dulunya sering di jumpai di daerah sini ujar pak.SC seperti(banteng,babi,dll) tak ayal membuat kami menyempatkan berfoto-foto sejenak meski SC kami sedikit menegur,hehehe....setelah merasa puas berfoto kami melanjutkan perjalanan dengan melihat sisi kanan kiri,yang nampak pohon belimbing,juwet,durian dan jambu air milik warga sekitar.

 
 Serasa berjalan cukup jauh dari resot kami melihat banyak sekali burung walet yang berputar-putar,ternyata ada rumah burung walet di dekat sini,pantas saja banyak walet-walet yang mengitari kami,di tepian jalan sebelah sebelah kiri ada pohon cemara yang tinggi dan di sebelah kanan nampak juga pohon merica hitam yang masih berwarna hijau,berbentuk bundar kecil-kecil seperti manik-manik. Mulai memasuki pemukiman yang luas nampak bunga,sayur (bluntas) yang di tanam penduduk sebagai pagar halaman, sedang di sebelah kiri nampak pohon-pohon besar,bambu dan rotan. Yang membuat Mbelong,Luced dan aku terhenti sejenak,hingga tertinggal oleh yang lain adalah plang yang bertuliskan Goa Jepang, kami memutuskan untuk mengabadikan momen itu disana selagi sempat,karna kami berasumsi kalau tidak sekarang kapan lagi,setelah selesai memotret bergantian,kami lanjutkan kembali perjalan dan menyusul teman-teman kami yang lain.
Pyuur….pyur….suara deburan ombak bersaut-sautan mulai nampak terdengar,aroma pantai juga mulai tercium,itu tandanya kami sudah hampir dekat dengan camp dan mulai meninggalkan jalanan perkampungan,di sisi jalan nampak pohon-pohon peneduh jalan seperti pohon bungur,randu dan beberapa pohon besar lain. Sayang disisi sebelah kiri kami melihat plang bertuliskan Green House Anggrek yang mulai tak terawat lagi keadaannya,sungguh ironi melihat keadaan itu. Dijalan ini mulai nampak tanah berpasir dan padang ilalang, tak sengaja kami di kagetkan dengan adanya ayam hutan yang terbang saat melihat kami,mungkin ayam itu kaget karna kami tiba-tiba muncul di dekatnya.
Hahaha…..akhirnya aku sampai,ujarku berteriak dan lari kearah camp,saking senangnya sampai Carier di punggung tak terasa beratnya, menghela nafas sejenak sembari tidur terlentang di tenda yang sudah di persiapkan panitia,tepat pukul 14.23 kami sampai disini. Setelah cukup beristirahat kami mulai mempersiapkan makan,kami para perempuan mulai membantu panitia memasak. Sementara para laki-laki pergi ke muara pantai untuk memancing, setelah membantu memasak aku dan luced juga turut ikut serta ke muara untuk melihat-lihat kondisi sekitar pantai dan tak lupa selfie bersama mengabadikan momen,heeee….
 Cukup takjup melihat muara sebesar itu dengan warna hijau tua yang indah dengan banyak mangruf di tepiannya yang mengarah ke depan pantai sungguh sangat indah pemandangan ini,aku merasa lelahku tadi perlahan mulai terbayar tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata lagi sunggu kuasa tuhan tak ada duanya,ini adalah pengalaman pertama bagiku. Menikmati alam lepas sembari belajar akan alam dan kondisinya. Sore ini kita persiapkan diri untuk melanjutkan tugas ke tiga kami yaitu PB(pengamatan burung), untuk mengamati burung kami harus mengganti baju kami dengan baju berwarna gelap(hitam,coklat,dan atau abu-abu) itu yang kami lakukan untuk berkamuflase,agar burung-burung tidak kabur saat melihat kami. Sebelum berangkat kami di beri arahan dan berdoa bersama.Tepat pukul 16.00 kami mulai pengamatan dengan 2 metode yaitu Poin Count dan Transek Line.
Untuk kelompok pertama(Mbelong,Kolad,dan aku)mendapatkan bagian Poin Count dulu, dengan pendamping Handoyo(Mz.Ganyong)sedangkan kelompok dua(Suhat,Tukul,Pengis,dan Luced)menggunakan metode Transek Line dengan pendamping Rohim(Mz.Ngetter). Kami mulai menjalankan tugas masing-masing. Kelompok pertama memulai perjalanan ke arah hutan pantai arah utara camp tepat pada posisi kami berdiri dengan koordinat 08°28.871’LS/113°42.660BT/ 20MDPL,kami mulai memperhatikan burung-burung yang melintas di atas kami,aku bertugas sebagai Notulen,Kolad pengamat menggunakan Binokuler,Mbelong pengamat dengan mata telanjanang,tapi karna di kelompok kami ada dua binokuler jadi sesekali Mbelong menggunakan nya untuk mempertegas pandangan. Setelah 30 mnt kami melakukan pengamatan dan mendapat data yang yang di inginkan,sesuai dengan waktu yang telah di tentukan,kami bergegas untuk kembali ke camp dan melanjutkan membantu panitia memasak,sembari menunggu teman-teman dari kelompok dua.
Kini senja mulai menyapa kami,para nelayan mulai meninggalkan pantai,dan kami mulai menata makanan sebagai santap sore,semua sudah siap untuk makan bersama. Menggelar beberapa kertas minyak untuk alas makan dan menuangkan nasi,serta lauk pauk diatasnya, dengan sunset di ufuk barat menambah indah kebersamaan kami di sore ini. Setelah makan kami menyipkan diri untuk shalat magrib,dengan dilanjutkan persiapan efaluasi kegiatan seharian ini. Kami mulai menyusun data-data yang sudah kami tulis tadi dan mulai berfikir akan lima judul yang akan kami setorkan beserta interpretasi yang kami sampaikan. Tetot….± pukul 19.23 kami di panggil untuk berkumpul bersama panitia didepan dum,kami pun mulai duduk melingkari api unggun yang menghangatkan badan. Disini kami mulai di mintai pertanggung jawaban selama seharian tadi,kami mulai dikeritik dan di berikan arahan setelah memaparkan data-data yang kami peroleh. Setelah cukup lama breafing dan efaluasi berlangsung kami di beri tambahan tugas untuk memasak, mempersiapkan sendiri makanan untuk kami dan semua panitia.Yah…cukup melelahkan bagi kami.Breafing selesai pukul 22.00 dan kami di haruskan untuk tidur agar besok bisa bangun pagi dan mulai memasak.
Jumat,29 mei 2015 ± pukul 05.25 aku,Luced dan Pengis mulai bangun dan menyiapkan beras untuk dimasak serta sayuran dan lauk-pauk. Pukul 06.00 masak-memasak masih belum usai jadi SC menyuruh kami untuk meninggalkan dan menitipkan kepada mb.cigem agar nanti sewaktu nasi manatang akan di matikan kompornya dan melanjutkan memasak seusai kegiatan. Pagi ini kegiatan PB yang ke-2 karena kemarin metodenya belum selesai.PB kali ini kelompok pertama menggunakan metode Transek Line dan metode Point count untuk kelompok dua. Kelompok kedua dengan pendamping(mz.ganyong)menuju tempat kami kemarin dan kelompok pertama(kami) menuju kearah pantai dengan pendamping(mz.ngetter),setelah sedikit pengarahan dan berdoa bersama pukul 06.13 kami berangkat. Berjalan kearah pantai dengan koordinat 08°29.078’LS/113°42.799BT/14MDPL kami mulai memijakkan kaki di pasir pantai,permukaan pasir yang kering membuat langkah menjadi sangat pelan dan berat,sesekali ombak menghampiri langkah kami,dari kejauhan nampak burung-burung terbang tinggi, sesekali langkah kami terhenti saat memperhatikan burung-burung itu,dan memotren momen kita bersama.Tugas masing-masing dari kami tetap seperti pengamatan PB kemarin.Setelah cukup lama langkah kaki makin jauh dari camp dan kami putuskan untuk kembali karena waktu pengamatan juga sudah usai.
Kami mulai menuju camp,sesampainya di camp kami mulai melanjutkan aktifitas memasak,selang waktu cukup lama masakan sudah siap,kami mulai makan bersama,dan setelah itu kami lanjutkan untuk bersiap-siap melakukan aktifitas ke empat yaitu ANVEG(Analisa Vegetasi)sebelum berangkat kami menyapkan meteran,talirafia,kompas,gunting,GPS,dan ATK.
Seperti biasa sebelum berangkat kami diberi arahan dan lanjut berdoa. Doa selesai kami berangkat menuju hutan yang mengarah ke pantai,materi ini menggunakan tiga metode. Metode pertama yang kelompok kami lakukan yaitu:Garis berpetak,pada pukul 08.30-11.00 WIB dengan koordinat 08°54.218’LS/113°38.821/16MDPL kami mulai membagi tugas,mbelong mengamati pohon,sedang aku dan Kolad sepling,seding dan poles. Setelah selesai kami mulai mencopot tali-tali rafia yang masih terikat di pohon dan merapikannya,karena kami akan menuju ke tempat dua di tempat ke dua (Petak ganda) dengan koordinat 08°.36.893’LS/113°.50.779’/18MDPLpada pukul 11.02-11.58 WIB kami mulai mengukur dan menalikan rafia di pohon,kemudian kami mulai mengukur dan menghitungnya. Akhirnya tak butuh waktu lama kami selesaikan dan lanjut ke metode tiga (Kuadrann) dengan koordinat 08°272’.683’LS/113°40.388’/16MDPL pada pukul 12.00-12.36 WIB,seperti yang sudah-sudah kami bergegas menali ke pohon setelah menembak, semua sudah siap kami mulai mengukur dan menghitungnya.
Huuf…..akhirnya selesai juga setelah sekian lama mengerjakannya,rasa haus dan lapar sudah mulai terasa,setelah selesai membereskan sisa-sisa rafia,kami kembali ke camp untuk melanjutkan memasak.Masak-masak……lapar sudah melanda namun tak kunjung usai. Aaagh..kasian sekali perut ini,akhirnya masakan siap dan kami mulai menyantapnya. Tenaga sudah terisi waktunya badan di bersihkan sebelum lanjt kegiatan berikutnya. Siang itu matahari terik sekali hingga membuatku harus mandi lagi,aku merasa badan ini sudah bau,jelas saja baju PDL ini kami gunakan setiap berkegiatan. Mandi sudah,shalat sudah lanjut ke persiapan selanjutnya yaitu pencarian jejak untuk Plasterkes.Pukul 14.35 WIB kami berjalan beriringan dengan kelompok dua dan pendamping. Kami berjalan menuju pemukiman,kemudian berbelok arah ke goa jepang. Lama berjalan sembari melihat ke semak-semak,membuka tumpukan daun yang menghalangi tanah,tapi tak satupun jejak yang kami peroleh,akhirnya pendamping putuskan untuk turun dan pergi ke tempat lain.
Kini perjalanan dilakukan dengan kelompok masing-masing,kelompok kami pergi ke arah utara memasuki jalan pekarangan jagung bersama Mz.Ngetter(pendamping),dan kelompok dua kea rah timur bersama Mz.Ganyong(pendamping). Kami berjalan perlahan karna mulai lelah bagaimana tidak baru saja turun dari bukit Goa Jepang,sekarang malah berjalan cukup jauh dan mulai menaiki bukit yang di tanami dengan jagung, dengan terboyong-boyong aku dan Mbelong membawa sekantong kresek merah yang berisi gypsum,pralatan dan buku,sedangkan kolad membawa satu jurugen air. Sungguh penuh perjuangan,badan mulai gatal-gatal ketika tergores bulu-bulu halus jagung itu. Piugh….akhirnya sampai juga,sayangnya kami tak menemukan apa-apa. Kamudian kami lanjutkan kembali menyisiri jalanan,akhirnya kami dapat satu jejak babi, namun sayang kondisinya tak memungkinkan untuk melakukan plesterkes,jejak itu sudah sangat kering dan tanahnya mulai retak-retak. Tak berhenti sampai disitu,penemuan jejak itu membuuat titik terang akan adanya jejak-jejak lain yang mungkin akan terlihat. Kami mulai bangkit dan melanjutkan langkah kami,di atas bukit nampak kelompok dua dari kejauhan,pendamping mulai berkomunikasi dari kejauhan,seraya memberi tau penemuan pertama kami.
Pendamping menyuruh kami untuk turun mendekati kelompok kedua karena,sudah semakin sore dan kami semua belum memperoleh apa-apa,kamipun bergegas turun bergantian, namun sayang pendaratanku tak semulus teman-teman,akhirnya aku tersungkur jatuh kearah jagung-jagung,hingga tak sengaja mematahkannya. Melihatku seperti itu mereka terlihat tertawa bahagia, kini badanku makin remuk rasanya.Dua jam lebih berlalu kami masih belum mendapat apapun,hingga pendamping menyuruh kami untuk mencarinya kea rah pantai. Kami mengikuti himbauannya,memutar arah kembali menuju pantai dekat camp. Saat mulai dekat dengan camp kelompok pertama memutuskan untuk tidak kesana melainkan pergi kearah jalan dekat green hous,kami mulai berjalan menunduk,tak disangka banyak sekali jejak yang kami temukan,meski tak begitu sempurna,ini yang membuat kami makin tertarik untuk terus mencari,sebab kami pikir kalau akan rugi hari ini kembali ke camp tampa membawa apa-apa. Tanda-tanda keberadaan akan hewan makin banyak muncul,tak ayal dari kotoran hewan yang kami temukan. Sesekali menunduk kami temukan jejak babi,kera. Lebih jauh berjalan kami temukan jejak kaki yang kami yakini itu banteng.
Kami mulai membersihkan jejak itu dengan sikat gigi mengukurnya dan membuatkan pembatas untuk tepiannya,semua siap kini adonan gipsung kami tuangkan. Jejaknya sudah bagus tapi kami tak yakin hasilnya akan bagus,karena saat penuangan gipsum,adonan itu tidak sesuai dengan yang pernah di contohkan,setengah jam menunggu gipsun tak kunjung kering,hari sudah mulai gelap,kami bingung harus bagaimana,membiarkannya atau menungguinya. Tak sabar menunggu kami coba mencongkelnya dengan parang,ternyata pecah gipsung masih sedikit basah dan plasterkes pertama kami gagal,sehingga kami memutuskan untuk meniggalkannya dan melanjutkan esok hari. Cukup sedih karna baju,celana dan tangan sudah kotor,tapi kembali ke camp dengan tangan kosong.Sesampainya di camp aku mulai membersihkan badanku dan bersiap untuk shalat magrib.
Tiba-tiba terdengan suara motor yang nyaring mendekat kearah kami,dari balik tenda aku melihat ternyata para senior dan DPO kami yang datang,haha….kami mulai resah karna nanti akan lebih banyak orang yang bertanya pada kami saat breafing dan efaluasi. Bergegas kami mengisi data-data yang belum terlengkapi. Kedatangan Mas.Kelly,Ramok,Bolot,Bussdan mb.kennyek cukup membantu kami memasak makan malam.hehehehehe……
Kali ini memasak cukup lama rasanya,hingga perut kami terasa sangat lapar,hingga pukul 19.30 tak kunjung selesai. Akhirnya di putuskan untuk breafing dan efaluasi terlebih dahulu. Breafing dan efaluasi berlangsung cukup seru,tapi tiba-tiba pengis kesurupan,meski demikian acara tetap berlangsung karena sebagian saja yang menangani. Cukup lama efaluasi kali ini hingga ± pukul 12.00 kami sudah mulai mengantuk,padhal besok masih berkegiatan,setelah berunding,akhirnya panitia menganjurkan kami untuk beristirahat. Tapi tak semua langsung tidur karna untuk menyiasati memasakagar esok paginya bisa mengefisienkan waktu kami putuskan dua orang untuk memasak nasi sebelum tidur.
Sabtu pukul 05.00 kami di bangunkan,kami mulai menyiapkan sayuran dan lauk-pauk serta 1 nesting nasi sebagai tambahan. Setelah makan usai,sekitar pukul 06.30 kami mulai melanjutkan kegiatan plasterkes dan herbarium karena hari ini,hari terakhir kami disini. Kami mulai berjalan ke arah wisma dekat muara barat,nampak banyak sekali jejak disana namun sayang karna sudah mulai siang jadi air mulai pasang dan kelompok kami tidak dapat membuat plaster cast,akhirnya setelah itu kami putuskan untuk kembali ke tempat kemari dimana kami menemukan jejak banteng itu. Kelompok dua tetap di sana namun kami pergi meninggalkan muara dan pergi mengambil plasterkes disana. Setelah di ukur kami mulai membuat dengan harti-hati agar tidak seperti kemarin,disini kami mendapatkan dua jejak yang bis di bawa pulang. Sembari menunggu gipsung kering kami memanfaatkan waktu untuk mencari herbarium, setelah kering kami mulai bergegas kembali ke camp.
Cukup lama kami di camp membuat herbarium yang akan di bawa pulang,sambil menunggu kelompok dua yang belum selesai karena gipsumnya tak bisa cepat kering. Setelah cukup lama mereka datang,dan meneruskan herbarium seperti kami. akhirnya semua selesai, kami bisa mandi dan bersiap untuk membersihkan linkungan bekas kami tempati,karena siang ini kami harus kembali ke jember.
Siang ini setelah semua beres kami lanjutkan untuk tugas terakhir yang di teruskan untuk pulang. Tugas terakhir yaitu ANSOSKOMSOS kami mulai mendatangi rumah warga sesuai dengan tempat yang sudah di tentukan, sayangnya waktu itu aku tidak bisa melakukan tugasku di rumah bpk.Agus Ponari karena beliu sedang tidak berada dirumahnya, sehingga aku memutuskan untuk melakukannya dirumah bpk.Sadikan yang letaknya tidak jauh dari tempat tujuanku. Setelah selesai kami melanjutkan perjalanan dan berkumpul di satu-satunya masjid yang ada di sana. Setelah semua berkumpul kami melanjutkan perjalanan menuju SD Andongrejo 03. Sayang siang itu cuaca buruk,rintik hujan mulai membasahi kami secara perlahan,tak disangka tiba-tiba hujan besar yang menghampiri,kami bertiga berjalan di belakang(aku,luced,suhat)sementara teman-teman yang lain sudah tak nampak terlihat,mereka ber empat berjalan dengan sangat cepat.
Setelah mengganti baju di warung depan SD kami memaksakan untuk pulang meski hujan lebat,semua Carier sudah di masukkan dan kami mulai berangkat. Hujan lebat membuat pandangan sedikit terganggu,bahkan malam itu pohon tumbang membuat perjalanan kami sedikit terhenti. Kami mulai resah,tapi untunglah teman-teman dapat mengatasinya,jadi perjalanan dapat di lanjutkan,akhirnya kami sampai di bawah dengan selamat,dan beristirahat sejenak di posko. Cukup lama kami beristirahat di sana,tiba-tiba seseorang mulai menghampiri kami dan memberikan informasi bahwa ada carier kami yang tertinggal di dekat pohon tumbang tadi. Kami bingung,lalu membuka bagasi mobil dan mengecek jumlah Carier yang ada untuk memastikan itu milik kami atau bukan,setelah di cek ternyata benar,satu carier takada,akhinya setelah berunding ketum semua memutuskan untuk pergi ke tempat tadi dan mengambilnya.
Kami menunggu hingga larut enam orang sudah mulai kembali untuk yang kedua kalinya namun tidak ada harapan,carier itu tak bisa mereka temukan. Kami mulai berdiskusi dan memberikan identisas pada posko agar jika sewaktu-waktu di temukan bisa menghubungi kami langsung. Karena sudah malam kami putuskan untuk pulang,pukul 22.10 kami sampai di kampus dan mulai menurunkan barang-barang,setelah itu kami melakukan upacara penutupan sebelum efaluasi dimulai. Upacara selesai,kini di lanjutkan dengan efaluasi yang berlangsung hingga pukul 02.30 WIB.
Oleh Risqiatul Laila Safitri (Suwek)

Komentar

Postingan populer dari blog ini